Diduga Oknum TNI AU Ingin Menguasai Lahan dengan Dalih Latihan Rutin, Terkait Sengketa Lahan PT Natura City

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 April 2024 - 13:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Lokasi Tanah Sengketa Milik PT Natura City Gunung Sindur (dok. Istimewa)

Keterangan foto: Lokasi Tanah Sengketa Milik PT Natura City Gunung Sindur (dok. Istimewa)

Bogor | Mata Pena News – Meskipun gugatan dari Primkoveri telah ditolak di tingkat kasasi dan memiliki kekuatan hukum tetap, seperti yang dijelaskan dalam Putusan Kasasi MA Republik Indonesia Nomor:666/K/Pdt/2007, atas lahan seluas 18 hektare yang berada di Desa Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, namun permasalahan lahan tersebut belum mereda, bahkan semakin memanas.

Kuasa Hukum PT Natura City Development Tbk, Antoni, mengungkapkan bahwa pihak Primkoveri masih berusaha untuk tetap menduduki lahan tersebut dengan cara menjadikan lahan tersebut sebagai tempat pelatihan militer yang di laksanakan secara rutin.

“Belum lama ini Pasukan Kopasgat dengan dalih latihan rutin melakukan kegiatan di lahan yang menjadi milik klien kami yakni, pengembang Natura City. Padahal saat itu kami sedang melaksanakan kegiatan penataan, pemanfaatan, dan penguasaan aset perusahaan di atas tanah itu, tetapi kami justru mendapatkan hadangan dari oknum Anggota TNI AU berseragam lengkap yang mengaku sebagai Ketua Paguyuban pemilik kavling tanah ex Primkoveri,” ujarnya, Sabtu (07/04).

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry

Tak hanya itu, lanjutnya bercerita, pada Rabu (13/3) lalu pihaknya juga menghadapi kurang lebih 50 oknum pasukan TNI AU berseragam lengkap dengan menggunakan kendaraan dinas resmi dan Lantaran hal tersebut, akhirnya pihak kami melaporkan adanya dugaan campur tangan oknum TNI AU di atas lahan milik PT Natura City Development Tbk.

“Terkait hal itu, kami sudah melaporkan ke Puspom TNI dan Puspom AU dengan nomor tanda bukti laporan dan pengaduan TBLP/08/III/2024,” bebernya.

Menurutnya Langkah seperti ini tentu tidak sesuai dengan peran TNI di Indonesia yang berusaha menjaga stabilitas keamanan di masyarakat. “Kegiatan tersebut  lebih menunjukkan sikap agresif dan keinginan untuk menguasai, yang dibalut sebagai latihan rutin. Pertunjukan kekuatan ini, tentu tidak sesuai dengan etika dan norma yang biasanya selalu dipegang Tentara Nasional Indonesia dalam menjalankan setiap tugasnya. Apabila pimpinan TNI abai, hal ini mengirimkan pesan yang mengkhawatirkan dan berdampak buruk terhadap upaya menjaga keamanan nasional sekaligus integritas TNI,” ucap Antoni.

Baca Juga:  Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026 Dorong Klinik Aesthetic Indonesia Naik Level: Dari Clinical Excellence hingga AI-Powered Growth

Antoni juga menceritakan bahwa Lahan tersebut awalnya digugat oleh Primkoveri (Primer Koperasi Veteran Republik Indonesia) berdasarkan pengakuan oper alih garapan.

Dan kliennya,  PT Natura City Development Tbk, mendapatkan lahan 18 hektare  berdasarkan pelepasan dari PTP XI yang sekarang menjadi PTP VIII pada tahun 1997, sebagaimana dalam SK Menteri (dalam negeri, pertanahan, pertanian dan keuangan) dan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah.

“Gugatan Primkoveri pun telah ditolak di tingkat kasasi dan berkekuatan hukum tetap, sebagaimana dimaksud dalam Putusan Kasasi MA Republik Indonesia Nomor:666/K/Pdt/2007,” pungkasnya. (Rud)

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB