Wamendagri Sebut 8 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Terjaring OTT KPK dari Berbagai Partai

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa delapan kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari berbagai partai politik.

Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa tidak ada kepala daerah yang mendapatkan perlindungan atau keistimewaan dalam penegakan hukum.
“Ini menunjukkan bahwa tidak ada perlindungan khusus bagi siapa pun. Penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Bima Arya.

Baca Juga:  Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan

Adapun delapan kepala daerah yang terjaring OTT KPK sejauh ini adalah:
1.Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (Partai Golkar)

2.Bupati Kolaka Timur Abdul Azis (NasDem)

3.Gubernur Riau Abdul Wahid (PKB)

4.Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (PDIP

5.Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya (Golkar)

6.Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (PDIP)

7.Wali Kota Madiun Maidi (hampir menjadi kader Gerindra)

8.Bupati Pati Sudewo (Gerindra)

Sejauh ini, dari delapan kepala daerah yang terjaring OTT tersebut, tujuh di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Baca Juga:  Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?

Menariknya, tujuh kepala daerah yang lebih dahulu ditangkap bahkan belum genap satu tahun menjabat sejak dilantik. Mereka diketahui mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Fenomena ini kembali menyoroti tantangan serius dalam tata kelola pemerintahan daerah, khususnya terkait integritas pejabat publik yang baru saja memperoleh mandat dari rakyat melalui pemilihan kepala daerah.

Jurnalis : Yuda

Penulis : Yuda

Berita Terkait

Rakyat Rindu Pemimpin yang Hadir: Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda Jadi Sorotan
Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?
Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan
Kepesertaan JKN Tinggi, Tapi “Semu”? Ledakan Peserta Nonaktif di Hari Buruh
Ketua koperasi SPI Jateng Yuda Agus Ariyanto Dampingi Petani Sumber Rejo Donorojo yang Terdampak Galian C
Resmi Di Tetapkan Dr (c)Mawardi,S.Sos.SH.MH.Sebagai Ketua DPP Bidang pendidikan Dan Pengembangan Profesi
Hari Pers Nasional 2026, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Independensi Pers
Perempuan Muda Asal Makassar Dirikan Women Lawyer Club, Fokus Edukasi dan Bantuan Hukum Gratis
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIB

Rakyat Rindu Pemimpin yang Hadir: Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda Jadi Sorotan

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:35 WIB

Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:30 WIB

Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:15 WIB

Kepesertaan JKN Tinggi, Tapi “Semu”? Ledakan Peserta Nonaktif di Hari Buruh

Rabu, 22 April 2026 - 05:07 WIB

Ketua koperasi SPI Jateng Yuda Agus Ariyanto Dampingi Petani Sumber Rejo Donorojo yang Terdampak Galian C

Berita Terbaru

News

Matapenanews

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:13 WIB