Bupati Bogor Bangga, Baby Rio Cetak Sejarah sebagai Panda Pertama yang Lahir di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

CISARUA | Mata Pena News – Kabupaten Bogor menorehkan sejarah baru dalam dunia konservasi satwa liar. Seekor bayi giant panda bernama Satrio Wiratama atau Baby Rio resmi menjadi panda pertama yang lahir di Indonesia. Kelahiran tersebut terjadi pada 27 November 2025 di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat mengunjungi Istana Panda Indonesia pada Selasa (9/6/2026). Menurut Rudy, kelahiran Baby Rio merupakan pencapaian penting yang tidak hanya membanggakan Kabupaten Bogor, tetapi juga Indonesia di mata dunia.

“Taman Safari Indonesia merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bogor. Kami merasa terhormat karena dapat menjadi bagian dari kerja sama konservasi giant panda antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT),” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, Baby Rio menjadi panda pertama yang lahir di Indonesia sekaligus satu-satunya giant panda yang lahir di luar RRT sepanjang tahun 2025. Pencapaian tersebut dinilai sebagai tonggak bersejarah dalam upaya konservasi satwa langka di tingkat internasional.

“Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Kelahiran Baby Rio menjadi catatan sejarah baru yang diharapkan dapat semakin mempererat hubungan dan komunikasi antara Indonesia dan Tiongkok,” katanya.

Baca Juga:  Wabup Ibnu Hajar: Terima Kasih Atas Pengabdian AKBP Hadi Kristanto untuk Jepara, Selamat Datang Kapolres Baru AKBP Keris Aji Wibisono

Rudy menambahkan, kerja sama antara Taman Safari Indonesia dan pemerintah Tiongkok tidak hanya berfokus pada konservasi giant panda, tetapi juga mencakup berbagai bidang lain, termasuk kesehatan dan kesejahteraan satwa.

Dalam proses kelahiran Baby Rio, Taman Safari Indonesia turut mendatangkan tenaga ahli dan perawat satwa dari Tiongkok guna memastikan induk dan anak panda mendapatkan perawatan terbaik.

“Keberadaan panda bukan hanya sebagai satwa konservasi, tetapi juga simbol persahabatan dan diplomasi yang baik antara Indonesia dan Tiongkok,” tambah Rudy.

Sementara itu, Direktur Operasional Taman Safari Indonesia, Ester, menegaskan bahwa kelahiran Baby Rio merupakan awal dari kerja sama konservasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Bagi kami, kelahiran Baby Rio bukan akhir dari sebuah kisah sukses, melainkan awal dari kolaborasi yang lebih bermakna. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat terus mendorong upaya konservasi satwa liar, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam, serta memperkuat kolaborasi konservasi internasional,” ujarnya.

Ester juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Tiongkok, khususnya China Wildlife Conservation Association (CWCA) dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP), atas dukungan, pendampingan, penelitian, serta bantuan teknis yang diberikan hingga lahirnya Baby Rio di Indonesia.

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Menurutnya, nama Satrio Wiratama dipilih karena mengandung makna keberanian, kemuliaan, semangat juang, dan budi pekerti luhur. Nama tersebut sekaligus menjadi simbol eratnya persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Ia turut memberikan penghormatan kepada para pendiri Taman Safari Indonesia yang telah memperjuangkan terwujudnya Istana Panda Indonesia sebagai pusat konservasi giant panda berstandar internasional.

“Apa yang kita saksikan hari ini merupakan buah dari mimpi besar yang diperjuangkan selama bertahun-tahun. Berbagai tantangan telah dilalui hingga akhirnya keberhasilan ini dapat terwujud,” tuturnya.

Kelahiran Baby Rio menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama konservasi internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam upaya pelestarian satwa langka dunia. Selain menjadi kebanggaan nasional, kehadiran panda pertama yang lahir di Indonesia ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan hidup.

(Redaksi Mata Pena News)

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB