Warga Jepara Soroti Kualitas Program Makanan Bergizi Gratis di Sekolah  

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jepara | Mata Pena News – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,

Menuai sorotan dari masyarakat. Warga di Desa Ketileng dan Desa Kuanyar menilai kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa tidak sesuai dengan standar gizi yang diharapkan.

Sejumlah wali murid mengaku kecewa dengan kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka. Program yang seharusnya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa justru dinilai belum memenuhi standar kualitas, baik dari segi menu maupun kebersihan kemasan.

Beberapa orang tua bahkan menyebut makanan yang diberikan dalam kemasan terlihat kurang layak konsumsi. Keluhan yang muncul di antaranya roti yang dianggap tidak dalam kondisi baik serta plastik kemasan yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry

“Kami mendukung program pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun kualitas makanan yang diberikan harus benar-benar diperhatikan agar aman dan layak dikonsumsi,” ujar salah seorang wali murid.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan, termasuk terhadap pihak penyedia jasa yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan.

Baca Juga:  Wabup Ibnu Hajar: Terima Kasih Atas Pengabdian AKBP Hadi Kristanto untuk Jepara, Selamat Datang Kapolres Baru AKBP Keris Aji Wibisono

Warga juga meminta agar pengawasan terhadap distribusi makanan, mutu bahan pangan, serta standar kebersihan diperketat.

Jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian dalam pelaksanaan program, masyarakat berharap pihak penyedia yang tidak menjalankan tugas sesuai standar dapat diberikan sanksi tegas.

Masyarakat menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis merupakan program penting bagi kesehatan dan tumbuh kembang siswa.

Oleh karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar sesuai dengan standar gizi dan prosedur yang telah ditetapkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para pelajar.

Yuda

Penulis : Yuda

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB