OKU TIMUR | Mata Pena News – Proyek pembangunan jembatan di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menuai sorotan publik dan aktivis Sumsel. Pasalnya, proyek yang menjadi akses vital masyarakat itu diduga terbengkalai selama hampir satu tahun tanpa kejelasan penyelesaian.
Akibat mangkraknya pembangunan tersebut, ribuan warga terpaksa kembali menggunakan jembatan lama yang kondisinya dinilai tidak lagi layak dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi semakin memprihatinkan saat hujan turun, karena jalan penghubung kerap terendam air hingga menyebabkan akses menuju desa lumpuh total.
Warga menilai proyek yang seharusnya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat justru berubah menjadi sumber persoalan baru.
“Kami tidak tahu ini proyek apa, anggarannya dari mana, dan siapa yang bertanggung jawab. Tidak ada papan informasi proyek sama sekali,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada awak media, Rabu (13/5/2026).
Menurut warga, tidak adanya keterbukaan informasi memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mereka mengaku kecewa karena pembangunan yang diharapkan membawa manfaat justru menambah penderitaan warga.
“Bukannya senang, kami malah sengsara karena jembatan ini tidak selesai-selesai,” tambahnya.
Aktivitas Warga Terganggu
Jembatan tersebut diketahui menjadi jalur utama masyarakat Desa Gunung Sugih untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan. Terhambatnya pembangunan berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Saat musim hujan tiba, akses jalan alternatif yang digunakan warga sering kali tidak dapat dilalui akibat genangan air. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu bahkan terhenti.
Warga Desak Pemerintah Bertindak
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
Warga meminta Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKU Timur Lanosin mengambil langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan jembatan agar dapat segera difungsikan.
Selain itu, masyarakat juga meminta dilakukan audit dan evaluasi terhadap proyek yang diduga mangkrak tersebut, termasuk menelusuri penggunaan anggaran serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat proyek yang tidak jelas penyelesaiannya,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab terhentinya pembangunan jembatan tersebut. Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten OKU Timur juga belum membuahkan hasil.
Tim media sempat mendatangi kantor Bupati OKU Timur untuk meminta keterangan, namun Bupati disebut sedang menjalankan agenda dinas luar sehingga belum dapat ditemui.
Kondisi jembatan yang terbengkalai ini kini menjadi perhatian masyarakat luas dan dinilai sebagai cerminan lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran publik.
Reporter : Kaperwil SumSel











