Setahun Terbengkalai, Jembatan Desa Gunung Sugih Putuskan Akses Warga, Aktivis Sumsel Soroti Dugaan Kelalaian

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

OKU TIMUR | Mata Pena News – Proyek pembangunan jembatan di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menuai sorotan publik dan aktivis Sumsel. Pasalnya, proyek yang menjadi akses vital masyarakat itu diduga terbengkalai selama hampir satu tahun tanpa kejelasan penyelesaian.

Akibat mangkraknya pembangunan tersebut, ribuan warga terpaksa kembali menggunakan jembatan lama yang kondisinya dinilai tidak lagi layak dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi semakin memprihatinkan saat hujan turun, karena jalan penghubung kerap terendam air hingga menyebabkan akses menuju desa lumpuh total.

Warga menilai proyek yang seharusnya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat justru berubah menjadi sumber persoalan baru.

“Kami tidak tahu ini proyek apa, anggarannya dari mana, dan siapa yang bertanggung jawab. Tidak ada papan informasi proyek sama sekali,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada awak media, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pimpin Kirab Mahkota Binokasih, Ribuan Warga Padati Jalanan Kota Bogor

Menurut warga, tidak adanya keterbukaan informasi memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mereka mengaku kecewa karena pembangunan yang diharapkan membawa manfaat justru menambah penderitaan warga.

Bukannya senang, kami malah sengsara karena jembatan ini tidak selesai-selesai,” tambahnya.

Aktivitas Warga Terganggu

Jembatan tersebut diketahui menjadi jalur utama masyarakat Desa Gunung Sugih untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan. Terhambatnya pembangunan berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Saat musim hujan tiba, akses jalan alternatif yang digunakan warga sering kali tidak dapat dilalui akibat genangan air. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu bahkan terhenti.

Warga Desak Pemerintah Bertindak

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

Warga meminta Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKU Timur Lanosin mengambil langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan jembatan agar dapat segera difungsikan.

Baca Juga:  Kadisdik OKU Timur Sidak SD Taraman, Temukan Sekolah Kosong Saat Jam Belajar Masih Berlangsung

Selain itu, masyarakat juga meminta dilakukan audit dan evaluasi terhadap proyek yang diduga mangkrak tersebut, termasuk menelusuri penggunaan anggaran serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat proyek yang tidak jelas penyelesaiannya,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Belum Ada Penjelasan Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab terhentinya pembangunan jembatan tersebut. Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten OKU Timur juga belum membuahkan hasil.

Tim media sempat mendatangi kantor Bupati OKU Timur untuk meminta keterangan, namun Bupati disebut sedang menjalankan agenda dinas luar sehingga belum dapat ditemui.

Kondisi jembatan yang terbengkalai ini kini menjadi perhatian masyarakat luas dan dinilai sebagai cerminan lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran publik.

Reporter : Kaperwil SumSel

Berita Terkait

BPD Desa Kutakarang Kecamatan Cibitung Desak Transparansi dan Audit Pengelolaan Dana BUMDes Rp224 Juta
Pemdes Tegal Waru Jemput Bola, BLT Dana Desa Disalurkan Langsung ke Rumah Warga
Diduga Pengelolaan Dana Desa dan BUMDes Mujo Rahayu Bermasalah, Perbedaan Data Anggaran dan Ukuran Kolam Disorot
Kadisdik OKU Timur Sidak SD Taraman, Temukan Sekolah Kosong Saat Jam Belajar Masih Berlangsung
Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan Jaksa dalam Kasus Pengadaan Chromebook Kuasa Hukum Sebut Tidak Ada Unsur Korupsi dalam Kebijakan Digitalisasi Pendidikan
Kadis Pendidikan OKU Timur Bungkam Saat Dikonfirmasi Dugaan Rangkap Jabatan Kepala SDN 01 Karang Endah
Diduga kepala sekolah SDN 01 .karang endah Rangkap 3 Jabatan jadi Sorotan Publik dan Aktivis SumSel 
Bogorun 2026 Semarakkan HJB ke-544, Solusi Bangun Indonesia Turut Dorong UMKM dan Gaya Hidup Sehat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00 WIB

Setahun Terbengkalai, Jembatan Desa Gunung Sugih Putuskan Akses Warga, Aktivis Sumsel Soroti Dugaan Kelalaian

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:13 WIB

BPD Desa Kutakarang Kecamatan Cibitung Desak Transparansi dan Audit Pengelolaan Dana BUMDes Rp224 Juta

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:04 WIB

Pemdes Tegal Waru Jemput Bola, BLT Dana Desa Disalurkan Langsung ke Rumah Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:34 WIB

Diduga Pengelolaan Dana Desa dan BUMDes Mujo Rahayu Bermasalah, Perbedaan Data Anggaran dan Ukuran Kolam Disorot

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:15 WIB

Kadisdik OKU Timur Sidak SD Taraman, Temukan Sekolah Kosong Saat Jam Belajar Masih Berlangsung

Berita Terbaru