Mata Pena News – Suasana malam di Bogor berubah semarak saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin Kirab Mahkota Binokasih, Jumat (8/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan langsung prosesi budaya yang sarat makna tersebut.
Kegiatan dimulai dari Museum Pajajaran sekitar pukul 19.45 WIB. Dedi Mulyadi hadir bersama Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Ketiganya tampil mengenakan busana adat Sunda serba putih lengkap dengan totopong, menambah nuansa sakral dalam prosesi tersebut.
Sebelum kirab dimulai, ritual adat berlangsung khidmat. Tidak terdengar sorakan maupun keramaian berlebihan dari warga yang hadir. Semua larut dalam suasana penuh penghormatan terhadap warisan budaya Sunda. Putri Dedi Mulyadi, Ni Hyang, juga tampak mengikuti prosesi dengan balutan pakaian putih dan hiasan bunga melati di kepala.
Usai ritual, perhatian warga langsung tertuju pada sosok Dedi Mulyadi yang menaiki kuda putih untuk memimpin arak-arakan budaya menyusuri jalan utama Kota Bogor. Sorak antusias warga pecah di sepanjang rute kirab.
“Pak KDM! Pak KDM! Tengok atuh, Pak!” teriak sejumlah warga sambil melambaikan tangan dan mencoba mendekat.
Kemacetan manusia tak terhindarkan di kawasan Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, hingga Lawang Suryakencana. Namun suasana tetap tertib dan penuh kegembiraan. Iringan musik tradisional angklung yang dimainkan para seniman di barisan depan semakin menghidupkan atmosfer budaya malam itu.
Setibanya di Lawang Suryakencana sekitar pukul 21.15 WIB, rombongan kirab disambut pertunjukan seni budaya yang telah dipersiapkan. Malam itu, Kota Bogor tidak hanya menjadi pusat keramaian, tetapi juga panggung besar bagi pelestarian tradisi Sunda yang terus dijaga lintas generasi.
Red











