Dedi Mulyadi Pimpin Kirab Mahkota Binokasih, Ribuan Warga Padati Jalanan Kota Bogor

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Suasana malam di Bogor berubah semarak saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin Kirab Mahkota Binokasih, Jumat (8/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan langsung prosesi budaya yang sarat makna tersebut.

Kegiatan dimulai dari Museum Pajajaran sekitar pukul 19.45 WIB. Dedi Mulyadi hadir bersama Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Ketiganya tampil mengenakan busana adat Sunda serba putih lengkap dengan totopong, menambah nuansa sakral dalam prosesi tersebut.

Sebelum kirab dimulai, ritual adat berlangsung khidmat. Tidak terdengar sorakan maupun keramaian berlebihan dari warga yang hadir. Semua larut dalam suasana penuh penghormatan terhadap warisan budaya Sunda. Putri Dedi Mulyadi, Ni Hyang, juga tampak mengikuti prosesi dengan balutan pakaian putih dan hiasan bunga melati di kepala.

Baca Juga:  HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Usai ritual, perhatian warga langsung tertuju pada sosok Dedi Mulyadi yang menaiki kuda putih untuk memimpin arak-arakan budaya menyusuri jalan utama Kota Bogor. Sorak antusias warga pecah di sepanjang rute kirab.

“Pak KDM! Pak KDM! Tengok atuh, Pak!” teriak sejumlah warga sambil melambaikan tangan dan mencoba mendekat.

Baca Juga:  Wabup Ibnu Hajar: Terima Kasih Atas Pengabdian AKBP Hadi Kristanto untuk Jepara, Selamat Datang Kapolres Baru AKBP Keris Aji Wibisono

Kemacetan manusia tak terhindarkan di kawasan Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, hingga Lawang Suryakencana. Namun suasana tetap tertib dan penuh kegembiraan. Iringan musik tradisional angklung yang dimainkan para seniman di barisan depan semakin menghidupkan atmosfer budaya malam itu.

Setibanya di Lawang Suryakencana sekitar pukul 21.15 WIB, rombongan kirab disambut pertunjukan seni budaya yang telah dipersiapkan. Malam itu, Kota Bogor tidak hanya menjadi pusat keramaian, tetapi juga panggung besar bagi pelestarian tradisi Sunda yang terus dijaga lintas generasi.

Red

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB