kolaborasi-riset-uper-kembangkan-ai-untuk-akselerasi-penemuan-kandidat-obat-kanker-dan-autoimun-2

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News – Tantangan kesehatan modern semakin kompleks, terutama ketika penyakit kronis dan degeneratif terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Di Indonesia, autoimun dan kanker menunjukkan prevalensi yang signifikan. Data Kemenkes (2023)

Kasus autoimun mencapai 2,5 juta penduduk. Sementara itu, penyakit kanker juga masih menjadi penyebab kematian tertinggi keempat, dengan lebih dari 400 ribu kasus baru setiap tahunnya (Kemenkes RI, 2025).

Seiring meningkatnya penyakit tersebut, mendorong urgensi pengembangan riset biomedis yang lebih akurat dan cepat. Salah satu fokus penting dalam riset kesehatan adalah pemahaman terhadap protein pengikat DNA (DNA-binding proteins/DBPs),

 

Dokumentasi: Kegiatan mahasiswa UPER di Laboratorium Komputer Universitas Pertamina

Yaitu molekul biologis yang menempel pada DNA dan berperan dalam mengatur aktivitas gen, melindungi materi genetik, serta memperbaiki kerusakan DNA. Ketika fungsi protein ini terganggu, proses biologis di dalam sel dapat berjalan tidak normal dan berpotensi memicu berbagai penyakit serius.

Masalahnya, tubuh manusia memiliki jutaan jenis protein. Mengidentifikasi protein pengikat DNA secara manual di laboratorium membutuhkan waktu belasan tahun dan biaya yang sangat besar. Proses yang panjang ini sering kali menjadi hambatan dalam pengembangan diagnosis dini dan terapi yang tepat sasaran.

Guna menjawab tantangan tersebut, Dosen Ilmu Komputer UPER, Dr. Meredita Susanty, M.Sc., melalui kolaborasi riset internasional mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama BiCaps-DBP.

“BiCaps-DBP dirancang sebagai teknologi penyaring untuk membantu peneliti mengidentifikasi kandidat protein pengikat DNA yang paling potensial untuk diuji lebih lanjut di laboratorium,” jelas Dr. Meredita.

Dengan menyempitkan daftar protein yang benar-benar relevan, teknologi ini membantu peneliti menghemat waktu, biaya, dan sumber daya, sekaligus mempercepat pengembangan diagnosis dini, terapi presisi, dan produk farmasi yang lebih efektif.

Dalam pengembangannya, Dr. Meredita berperan memastikan keandalan analisis komputasi, termasuk penyajian data dalam bentuk visual yang mudah dipahami serta peninjauan ketepatan argumen ilmiah.

“Hasilnya, BiCaps-DBP mampu meningkatkan akurasi prediksi hingga 1,05%–5,79% dibandingkan metode sebelumnya, sehingga lebih presisi dalam menyaring kombinasi protein yang layak untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium,” jelasnya.

Riset ini telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Computers in Biology and Medicine (Elsevier) dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin—menggabungkan keahlian ilmuwan komputer, ahli biologi, dan pakar medis.

“Meskipun tidak menggantikan peran laboratorium, model komputasi seperti BiCaps-DBP berpotensi memberikan dampak besar bagi pengembangan biofarmasi dan mempercepat upaya pengobatan di masa depan,” jelas Dr. Meredita.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menegaskan bahwa pengembangan teknologi seperti BiCaps-DBP menunjukkan bagaimana pembelajaran dan riset Ilmu Komputer

Di Universitas Pertamina mampu memberikan dampak nyata bagi penyelesaian persoalan kesehatan, termasuk kanker dan penyakit autoimun, melalui pemanfaatan kecerdasan buatan dan pemodelan komputasi.

“Pembelajaran di Program Studi Ilmu Komputer kami arahkan agar tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pemanfaatan AI dalam riset kesehatan merupakan contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs 3: Good Health and Well-being melalui solusi berbasis sains dan teknologi,” ujar Prof. Wawan.

Universitas Pertamina mengajak generasi muda yang tertarik pada pengembangan AI dan teknologi komputasi untuk bergabung melalui Program Studi Ilmu Komputer, serta berkontribusi dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi kesehatan dan kemanusiaan. Informasi pendaftaran tersedia di https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.

Irawan

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Perkuat Advokasi JKN, DPN Jamkeswatch FSPMI Lantik Pengurus DPD Cirebon Raya Periode 2026-2031.
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB