Atap Teras SMPN 3 Banyuasin III Ambruk, Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Banyuasin III ,Atap teras (ped) di bagian samping kantor SMP Negeri 3 Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, ambruk secara tiba-tiba pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Peristiwa ini terjadi tanpa hujan maupun angin kencang, memunculkan dugaan kuat bahwa bangunan sekolah tersebut telah lama tidak mendapatkan perawatan serius.

Bangunan yang diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun itu diduga mengalami kerusakan struktural akibat usia pakai yang sudah uzur. Insiden ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur pendidikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seorang siswa dari SDN 38 Banyuasin III yang berada di lokasi mengalami luka lecet pada bagian kaki setelah terpeleset saat berusaha menyelamatkan diri.

Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Banyuasin III, Supardi, S.Pd., M.Si., membenarkan insiden tersebut. Ia mengaku telah meminta pihak sekolah untuk segera melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.

“Saya sudah menginstruksikan kepala sekolah agar segera menindaklanjuti dan melaporkan kejadian ini ke bidang terkait,” ujarnya.

Kepala SMPN 3 Banyuasin III, Afrida, menyatakan bahwa laporan telah disampaikan kepada Bidang Pembinaan. Ia menjelaskan, saat kejadian, siswa SDN yang berdekatan tengah beristirahat di area teras karena kondisi tempat yang teduh.

“Tiba-tiba atap teras ambruk. Anak-anak kaget dan berusaha menghindar,” katanya.

Meski laporan telah diterima oleh pihak Dinas Pendidikan, hingga berita ini diturunkan belum terlihat adanya langkah konkret terkait penanganan maupun perbaikan bangunan yang ambruk. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai respons cepat dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan lingkungan sekolah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi fisik bangunan sekolah tidak boleh diabaikan. Minimnya perawatan bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Reporter: Kaperwil Sumsel

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Perkuat Advokasi JKN, DPN Jamkeswatch FSPMI Lantik Pengurus DPD Cirebon Raya Periode 2026-2031.
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB