PBB Tunjuk UPER Kembangkan Green Chemistry Bersama Kemenperin dan Yale University

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Mei 2024 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter :Irawan

Jakarta | Mata Pena News -Kimia merupakan sebuah komponen esensial penyusun berbagai produk konsumen yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan laporan World Health Organization (2021) terdapat 160 juta bahan kimia diketahui manusia, dimana 99% diantaranya diperdagangkan secara global.

Sayangnya, beberapa bahan kimia ini berbahaya bagi lingkungan maupun makhluk hidup. WHO (2021) melaporkan pada tahun 2019 ditemukan sebanyak 2 juta kematian akibat permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh bahan kimia. Dalam laporan yang sama, pada rentang tahun 2000 hingga 2020 juga terdapat 1.000 insiden teknologi yang melibatkan bahan kimia hingga berdampak pada 1,85 juta orang.

Sebagai upaya mengurangi resiko dari penggunaan bahan kimia berbahaya, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) mempercayakan Universitas Pertamina sebagai koordinator nasional program Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) di Indonesia. Bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Yale University, peluncuran program dilaksanakan di Ballroom Swiss Belhotel Kalibata Jakarta, pada 29 Mei 2024.

“Dalam dunia industri, setiap badan industri diharapkan mampu memperhatikan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, setelah penantian dari 2019, kini Kementerian Perindustrian resmi meluncurkan GGINP Indonesia yang bersinergi bersama Yale University, Universitas Pertamina dan UNINDO serta 6 negara sebagai upaya dalam mendampingi industri untuk beralih ke green chemistry yang bermanfaat dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta keberlanjutan lingkungan,” buka Ir. Wiwik Pudjiastuti, M.Si selaku Direktur Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian, yang diwakilkan oleh Raditya Eka Permana, M.Eng selaku Ketua Tim Kerja Fasilitasi Kelembagaan Otoritas Nasional Senjata Kimia dan Manajemen Pengelolaan Bahan Kimia, Direktorat Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian.

Baca Juga:  Bukan Asal Hitung, Pakar Aktuaria UPER Jelaskan Cara Menentukan Santunan Korban Kecelakaan

GGINP merupakan inisiatif global yang berfokus pada penerapan kimia hijau (green chemistry) dalam menghasilkan produk keseharian yang lebih ramah lingkungan. Dengan fokus mengurangi zat berbahaya bagi keberlangsungan lingkungan. GGNIP merupakan program dari UNIDO dan Yale University serta 6 negara inisiator yaitu Indonesia, Uganda, Ukraina, Yordania, Peru dan Serbia.

Prof. Dr. techn. Djoko Triyono S,Si., M,Si., selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerja Sama Universitas Pertamina, menyampaikan bahwa insiatif GGINP selaras dengan nilai Universitas Pertamina yang mengedepankan pembelajaran berbasis keberlanjutan.

“Sebagai koordinator nasional dalam pengembangan green chemistry, Universitas Pertamina telah siap bersinergi mewujudkan tujuan dari penerapan green chemistry bagi keberlanjutan ekosistem dan makhluk hidup. Hal ini tercermin dalam kegiatan pengajaran di UPER, misalkan melalui Program Studi Kimia dengan peminatan Inovasi Material dan petro-oleo Kimia dan Bioteknologi. Dalam peminatan tersebut, UPER mendesain sistem pembelajaran yang menekankan pada prinsip green chemistry dalam aktivitas industri serta mengembangkan solusi dan penggunaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan efisien secara berkelanjutan. Sehingga kedepannya mahasiswa memiliki bekal yang cukup dalam mendukung tercapainya keberlanjutan,” ungkap Prof. Djoko.

Baca Juga:  Hadapi Kenaikan Harga Pangan, UPER Berdayakan Warga Depok lewat Budikdamber

Selain itu, UPER turut mengembakan Sustainability Center dan mempersiapkan program Magister (S2) yang berfokus pada sustainability sebagai akselerator green chemistry di Indonesia.

Peluncuran GGINP mengangkat tema ‘Green Energy Summit: The Global Impact of Green Chemistry Implementation on Sustainable Development and It’s Challanges’. Menjadi ajang diskusi bersama pada pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk mengeksplorasi prospek penerapan green chemistry di Indonesia.

Dr. Lars Ratjen selaku Program Manager dari Center for Green Chemistry and Green Engineering dari Yale University menyampaikan bahwa setidaknya terdapat tiga tantangan dalam penerapan green chemistry.

“Peralihan dalam penerapan kimia hijau dari kimia konvensional akan dihadapi oleh beberapa tantangan seperti masih banyaknya pelaku industri yang belum paham terhadap penerapan green chemistry. Selain itu, bahan dasar green chemistry terbilang cukup mahal dan masih terbatasnya ketersediaan bahan baku tersebut. Sehingga kolaborasi antar para pemangku kepentingan industri, pemerintah serta para ahli dibutuhkan untuk dapat mewujudkannya,” jelas Dr. Lars.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.

Berita Terkait

Daftar Sekolah Maung di Bogor, Depok, dan Bekasi, Ini Syarat Masuk SMA-SMK Unggulan Jabar 2026
Hadapi Kenaikan Harga Pangan, UPER Berdayakan Warga Depok lewat Budikdamber
Bukan Asal Hitung, Pakar Aktuaria UPER Jelaskan Cara Menentukan Santunan Korban Kecelakaan
Atap Teras SMPN 3 Banyuasin III Ambruk, Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik
kolaborasi-riset-uper-kembangkan-ai-untuk-akselerasi-penemuan-kandidat-obat-kanker-dan-autoimun-2
Mahasiswa Gelar Audiensi dengan Prof Brian Yuliarto, Ph.D., Bahas Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia
Diduga Diskriminasi Nilai, Disdik Kabupaten Bogor Nonaktifkan Guru SDN Pajeleran 01
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:14 WIB

Daftar Sekolah Maung di Bogor, Depok, dan Bekasi, Ini Syarat Masuk SMA-SMK Unggulan Jabar 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 16:48 WIB

Hadapi Kenaikan Harga Pangan, UPER Berdayakan Warga Depok lewat Budikdamber

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:09 WIB

Bukan Asal Hitung, Pakar Aktuaria UPER Jelaskan Cara Menentukan Santunan Korban Kecelakaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:44 WIB

Atap Teras SMPN 3 Banyuasin III Ambruk, Soroti Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan

Senin, 20 April 2026 - 18:09 WIB

Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

Berita Terbaru