Walk Out APM Warnai RDP: Pembahasan 21 Poin Tuntutan Tak Sesuai Kewenangan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabumulih | Mata Pena News Upaya merumuskan kesepakatan mengenai transparansi penerimaan tenaga kerja di sejumlah perusahaan besar melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Prabumulih berakhir buntu tanpa hasil apa pun. Pertemuan yang sedianya menjadi wadah mediasi antara pihak masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur perusahaan, ternyata tidak berjalan sesuai harapan banyak pihak yang hadir.

 

Rapat yang digelar di ruang sidang dewan ini hanya berlangsung sangat singkat, yakni sekitar 15 menit saja, sebelum akhirnya suasana menjadi memanas dan pertemuan berhenti sepenuhnya. Titik kritis terjadi saat perwakilan Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya, Adi Susanto, memutuskan untuk melakukan aksi keluar ruangan atau walk out sebagai bentuk protes atas jalannya sidang yang dianggap tidak memenuhi harapan mereka.

 

Penyebab utama dari aksi tersebut adalah perbedaan pandangan mengenai lingkup pembahasan masalah yang diajukan. Pihak APM menuntut agar persoalan yang mereka sampaikan dibahas dalam forum rapat lintas komisi, namun permintaan tersebut ditolak tegas oleh pimpinan sidang dari Komisi II dengan alasan kewenangan dan tugas pokok fungsi masing-masing komisi di lembaga dewan perwakilan rakyat daerah.

Baca Juga:  Dedie Rachim Ajak Warga Kota Bogor Perkuat Persatuan di Momentum Hari Lahir Pancasila

 

Ketua Komisi II DPRD Prabumulih, Riza Ariansyah, didampingi Sekretaris Komisi II H. Ahmad Riza Diswan, menegaskan bahwa pihaknya hanya berwenang menangani hal-hal yang berkaitan langsung dengan bidang ketenagakerjaan. Ia menjelaskan bahwa sebagian dari 21 poin tuntutan yang disampaikan aliansi, seperti masalah yang berkaitan dengan PT KAI, masuk dalam lingkup kerja Komisi III yang membidangi perhubungan, sehingga berada di luar kewenangan Komisi II.

 

Sementara itu, Adi Susanto mengaku sangat kecewa karena permintaan mereka tidak dikabulkan, padahal menurutnya isi tuntutan yang disampaikan sejak aksi demonstrasi tanggal 13 Mei 2026 lalu tidak hanya berkaitan dengan tenaga kerja saja. Tuntutan tersebut juga mencakup persoalan zonasi, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan kepentingan warga lainnya, yang bahkan sudah diterima serta ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kota Prabumulih.

Baca Juga:  Sebagai Bentuk Komitmen, Pemdes Bojongjengkol Gelar Rembug Stunting Tahun Anggaran 2026

 

Selain soal kewenangan, Adi juga menyoroti adanya indikasi ketidakterbukaan dalam proses rapat. Ia menilai forum menjadi tidak efektif karena diketahui telah diadakan pertemuan pendahuluan antara unsur Komisi II, pihak Pertamina, dan Dinas Tenaga Kerja sebelum sidang resmi dibuka. Menurutnya, ketika rapat dimulai dan langsung diberi kesempatan kepada dinas terkait untuk menjelaskan, maka ruang dialog yang setara sudah tidak lagi ada bagi pihaknya.

 

Pasca insiden tersebut, APM menyatakan tidak akan berhenti memperjuangkan aspirasi masyarakat. Mereka berencana melakukan koordinasi ulang dengan pimpinan DPRD pada hari Senin mendatang untuk mencari solusi terbaik. Sementara itu, RDP yang diharapkan mampu menjembatani penyelesaian masalah transparansi rekrutmen ini akhirnya ditutup tanpa menghasilkan satu keputusan maupun kesepakatan tertulis apa pun di antara para pihak.

Red

Berita Terkait

ARSSI Bogor Raya Perkuat Kompetensi Rumah Sakit Melalui Kolaborasi Strategis Bersama Optima Talenta
HJB ke-544, DPRD Kota Bogor Luncurkan Perda Versi Braille untuk Aksesibilitas Disabilitas
DKM Almisbah Jemaah Muslim Ahmadiyah, bersilatutohim Ke Plh. Walikota Bekasi,Dr Haji.Abdul Harris Bobihoe Berharap Tetap Bersinergi Dengan Pemkot Bekasi
HJB ke-544, Pemkot Bogor Beri Kesempatan Warga Lunasi PBB Tanpa Denda
Bupati Bogor  Rudy Susmanto di HJB ke-544: Pembangunan Harus Merata Hingga Pelosok Desa
Apel Gabungan Kecamatan Pondok Gede Digelar, Sinergi Perangkat Daerah dan Lembaga Masyarakat Diperkuat
PWI dan IPB Jajaki Program Beasiswa S2 untuk Wartawan
Satria Ketua DPC Maung KDM Sukaraja Minta BPN Cibinong Cek Keabsahan Sejumlah Sertifikat Tanah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:16 WIB

Walk Out APM Warnai RDP: Pembahasan 21 Poin Tuntutan Tak Sesuai Kewenangan

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WIB

ARSSI Bogor Raya Perkuat Kompetensi Rumah Sakit Melalui Kolaborasi Strategis Bersama Optima Talenta

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:29 WIB

HJB ke-544, DPRD Kota Bogor Luncurkan Perda Versi Braille untuk Aksesibilitas Disabilitas

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:16 WIB

DKM Almisbah Jemaah Muslim Ahmadiyah, bersilatutohim Ke Plh. Walikota Bekasi,Dr Haji.Abdul Harris Bobihoe Berharap Tetap Bersinergi Dengan Pemkot Bekasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:08 WIB

HJB ke-544, Pemkot Bogor Beri Kesempatan Warga Lunasi PBB Tanpa Denda

Berita Terbaru