Sebagai Bentuk Komitmen, Pemdes Bojongjengkol Gelar Rembug Stunting Tahun Anggaran 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bogor | Mata Pena News – Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Bogor dalam percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, Pemerintah Desa Bojongjengkol, Kecamatan Ciampea, menggelar kegiatan Rembug Stunting Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak, Kamis (15/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bojongjengkol, Awaluddin Ma’arifatullah, S.IP., bersama Sekretaris Desa Pilardi dan Ketua TP PKK Desa Bojongjengkol, Ocih. Hadir pula Pendamping Desa Dili Asmarahadi, Bidan Desa Dewi Chandra Liza, S.ST., PLKB Maya Handayani, kader Posyandu, LPM, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Bintrantibum Pol PP.

Kegiatan rembuk stunting ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Bupati Bogor dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting melalui penguatan pelayanan kesehatan, peningkatan gizi keluarga, serta optimalisasi peran masyarakat di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bojongjengkol Awaluddin Ma’arifatullah menyampaikan bahwa rembuk stunting merupakan langkah strategis untuk menyatukan komitmen seluruh unsur desa dalam menangani persoalan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga:  POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

“Pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama. Melalui rembuk stunting ini, kita berharap seluruh elemen dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi balita dan ibu hamil,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Bojongjengkol siap mendukung seluruh program Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya dalam bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bojongjengkol, Pilardi, menambahkan bahwa program pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama mulai dari tingkat keluarga hingga pemerintahan desa.

“Melalui kegiatan ini kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap pentingnya pola hidup sehat, asupan gizi yang baik, serta rutin memanfaatkan pelayanan kesehatan yang sudah tersedia di desa,” kata Pilardi.

Ketua TP PKK Desa Bojongjengkol, Ocih, juga mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk aktif mendukung program kesehatan ibu dan anak demi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.

Baca Juga:  Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

“Peran ibu dan keluarga sangat penting dalam pencegahan stunting. Kami dari TP PKK siap mendukung program pemerintah desa melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Bidan Desa Dewi Chandra Liza menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil, serta optimalisasi pelayanan Posyandu sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan rembuk stunting tersebut juga menjadi forum musyawarah dalam menyusun program prioritas desa terkait kesehatan masyarakat, peningkatan gizi, sanitasi lingkungan, serta edukasi pola hidup sehat bagi warga.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Desa Bojongjengkol berharap angka stunting di wilayahnya dapat terus ditekan sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor yang sehat, maju, dan sejahtera.

Reporter: Iwan

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB