Skandal Asusila Perangkat Desa Bringin Memicu Kemarahan Publik, Mediasi Diduga Tidak Transparan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jepara | Mata Pena News Dugaan skandal asusila yang melibatkan seorang perangkat Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, memicu kemarahan publik. Kasus ini tidak lagi dipandang sebagai persoalan pribadi, melainkan telah berkembang menjadi sorotan serius terkait integritas aparatur pemerintahan desa.

Perangkat desa berinisial SM (37), yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pelayanan (Modin), diduga terlibat dalam peristiwa tidak pantas yang mencoreng citra jabatan publik. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 16 April 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, SM diduga kepergok berada di dalam rumah seorang warga berinisial ZB (67) bersama seorang perempuan berinisial RF (38). Keduanya disebut berada di ruang tamu dalam kondisi pintu tertutup. Dugaan hubungan tidak pantas pun mencuat, melibatkan FN (40), yang merupakan suami dari RF.

 

Kejadian yang berlangsung di ruang privat milik warga ini semakin memperkuat persepsi negatif masyarakat. Publik menilai tindakan tersebut bukan hanya pelanggaran etika, tetapi juga bentuk penyalahgunaan kepercayaan sebagai pejabat publik.

Baca Juga:  HJB ke-544, Pemkot Bogor Beri Kesempatan Warga Lunasi PBB Tanpa Denda

Upaya penyelesaian melalui mediasi digelar di Balai Desa Bringin pada Jumat, 24 April 2026, pukul 13.00 WIB. Mediasi tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk camat, Kapolsek, dan perwakilan Koramil.

Namun, mediasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. FN mengaku kecewa karena tidak dipertemukan langsung dengan SM. Ia juga menyampaikan adanya tekanan untuk segera menyetujui penyelesaian pada hari itu.

“Saya kecewa. Saya tidak dipertemukan dengan yang bersangkutan. Seharusnya ada penjelasan atau permintaan maaf. Namun, saya justru merasa ditekan untuk menyelesaikan saat itu juga, sehingga saya memilih meninggalkan forum,” ujarnya.

Sementara itu, SM memilih tidak memberikan keterangan kepada media. Situasi semakin menjadi sorotan setelah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berinisial IN (52), yang diketahui merupakan ibu dari SM, menghalangi upaya wawancara terhadap yang bersangkutan.

Sikap tersebut memunculkan dugaan adanya konflik kepentingan dalam penanganan kasus, mengingat BPD memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa.

Baca Juga:  Apel Gabungan Kecamatan Pondok Gede Digelar, Sinergi Perangkat Daerah dan Lembaga Masyarakat Diperkuat

Kepala Desa Bringin, Sumardi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah administratif dengan mencopot SM dari jabatan sebagai Modin dan memindahkannya ke posisi lain. Namun, ia mengakui bahwa proses mediasi belum selesai karena belum tercapai kesepakatan.

“Yang bersangkutan sudah kami copot dari jabatan Modin. Namun, mediasi belum tuntas karena salah satu pihak meninggalkan forum,” jelasnya.

Camat Batealit, Yenny Diah Sulistiyani, juga membenarkan bahwa mediasi tersebut belum menghasilkan keputusan. Hingga saat ini, belum terdapat berita acara resmi terkait hasil pertemuan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai transparansi dan akuntabilitas penanganan kasus. Warga berharap adanya penyelesaian yang adil, terbuka, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini masih terus bergulir. Publik menantikan kejelasan serta langkah tegas dari pihak berwenang guna memulihkan kepercayaan terhadap pemerintahan desa.

Yd/Red

Berita Terkait

Mutiara Hikmah BES :Menyelamatkan Satu Jiwa, Menyelamatkan Seluruh Manusia
Warga Sidomulyo Laporkan Dugaan Pungutan dan Penyimpangan Dana di SDN 1 Sidomulyo
Reses Anggota DPRD Provinsi Doni Maradona Hutabarat Serap Aspirasi Warga Desa Cilebut Timur
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pertamina EP Zona 4 Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Muara Enim dan Prabumulih
Mutiara Hikmah BES :Belajar dari Generasi Terdahulu, Membangun Generasi Taqwa
Bupati Bogor Bangga, Baby Rio Cetak Sejarah sebagai Panda Pertama yang Lahir di Indonesia
APM Soroti Transparansi PPDB SMA/SMK di Prabumulih, Siap Sampaikan Surat ke Sejumlah Instansi
PSI Prabumulih Hadir untuk Warga Terdampak Kebakaran, Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Berita ini 219 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:55 WIB

Mutiara Hikmah BES :Menyelamatkan Satu Jiwa, Menyelamatkan Seluruh Manusia

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:57 WIB

Warga Sidomulyo Laporkan Dugaan Pungutan dan Penyimpangan Dana di SDN 1 Sidomulyo

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:33 WIB

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pertamina EP Zona 4 Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Muara Enim dan Prabumulih

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:30 WIB

Mutiara Hikmah BES :Belajar dari Generasi Terdahulu, Membangun Generasi Taqwa

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:45 WIB

Bupati Bogor Bangga, Baby Rio Cetak Sejarah sebagai Panda Pertama yang Lahir di Indonesia

Berita Terbaru