Sekjen Larm-Gak dan Hippma Akan Rumuskan Strategi Pengawasan Kejahatan Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 Februari 2022 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter: okik

Surabaya | Gerbang Indonesia – Sekjen Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM-GAK) yang sekaligus sebagai Sekjen Himpunan Putra Putri Madura (HIPPMA) Baihaki Akbar mempertanyakan kenapa masih ada korupsi di Indonesia. Dia berpendapat seharusnya korupsi tak ada lagi jika seluruh hal dilakukan dengan transparan.

Pengadaan barang dan jasa, perekrutan Pegawai, serta perumusan Anggaran dilakukan secara akuntabel dan transparan. Namun, korupsi tetap terjadi di Indonesia Terang Baihaki sapa’an akrabnya pada Minggu, (13/2/2022).

“Kami ingin bertanya, bahkan mungkin menjadi pertanyaan kita semua, kenapa korupsi masih ada?” lanjut Baihaki Akbar.

Untuk itu Baihaki Akbar mengkritisi masalah pemberantasan korupsi di negeri Indonesia ini adalah Budaya antikorupsi. Menurutnya, budaya itu belum tertanam di benak setiap anak bangsa, baik mulai jejang dasar hingga akedemisi

Baca Juga:  Piknik Purna Tugas Pejabat Kecamatan Welahan Tuai Sorotan, Warga Desak Transparansi Anggaran

Sekjen Larm-Gak dan Hippma itu berpendapat korupsi bisa dibatasi ruang nya hingga mental para koruptor nya ikut lenyap jika seluruh elemen Bangsa berani dengan tegas menolak korupsi. Dia menambahkan dengan mengatakan, butuh upaya lanjutan untuk mewujudkan hal tersebut memang tidak mudah dan harus betul -betul bekerja keras.

“Itu pekerjaan rumah ( PR ) kita.maka Larm-Gak dan Hippma merumuskan strategi tepat guna pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Baihaki Akbar membeberkan” sejumlah taktik yang bakal ditempuh LARM-GAK dan HIPPMA guna membangun Budaya antikorupsi. Salah satunya adalah melalui rumusan pendidikan. Dia berharap masyarakat bisa cerdas akan menolak korupsi dan tidak canggung lagi melaporkan jika selalu diberi pemahaman yang baik.

Baca Juga:  Piknik Purna Tugas Pejabat Kecamatan Welahan Tuai Sorotan, Warga Desak Transparansi Anggaran

Terkait hal tersebut, Larm-Gak dan Hippma juga menggencarkan pencegahan korupsi. Larm-Gak dan Hippma itu jelas ingin menutup semua celah penyelewengan di lembaga Negara.

“Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa banyaknya Kejahatan Korupsi atau Kemufakatan buruk terjadi dinilai karena Lemah, Gagal, serta Buruknya suatu Sistem di suatu ruang tersebut. Maka Larm-Gak dan Hippma akan melakukan kajian bersama terhadap seluruh sistem yang ada di setiap lembaga untuk membangun sistem yang baik,” terang” Baihaki Akbar. ( okik )

Berita Terkait

Piknik Purna Tugas Pejabat Kecamatan Welahan Tuai Sorotan, Warga Desak Transparansi Anggaran
Pemdes Guwosobokerto Bantah Dugaan Pungli, Sebut Hanya Kesalahpahaman
Bupati Bogor Rudy Susmanto Dianugerahi Brevet Kehormatan “Setia Waspada” oleh Paspampres
Pimpin Rapat RKPD 2027, Bupati Bogor Tekankan Pembangunan yang Terarah dan Berdampak Nyata
Usai Habibi Diberhentikan DKPP, Dede Juhendi Ditunjuk sebagai Plt Ketua KPU Kota Bogor
AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, S.H., M.M., M.H. Resmi menjadi Dewan Pembina Women Lawyer Club
Eva Rudy Susmanto Dorong PKK Adaptif di Era Digital dan Perkuat Sinergi Program
Buruh Tambang Bogor Sumedang Cirebon Demo di Gedung Sate Tuntut Kejelasan Nasib
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 09:20 WIB

Piknik Purna Tugas Pejabat Kecamatan Welahan Tuai Sorotan, Warga Desak Transparansi Anggaran

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:28 WIB

Pemdes Guwosobokerto Bantah Dugaan Pungli, Sebut Hanya Kesalahpahaman

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:20 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Dianugerahi Brevet Kehormatan “Setia Waspada” oleh Paspampres

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:36 WIB

Pimpin Rapat RKPD 2027, Bupati Bogor Tekankan Pembangunan yang Terarah dan Berdampak Nyata

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:04 WIB

Usai Habibi Diberhentikan DKPP, Dede Juhendi Ditunjuk sebagai Plt Ketua KPU Kota Bogor

Berita Terbaru