Jepara | Mata Pena News – Warga Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menduga maraknya aktivitas tambang batu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah mereka. Dugaan ini diperkuat dengan pantauan foto satelit serta lalu lalang ratusan truk dump pengangkut batu yang beroperasi hampir setiap hari.
Salah seorang warga berinisial K mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang semakin rusak akibat aktivitas tambang tersebut. Menurutnya, pembukaan lahan dan penggalian yang tidak terkendali telah merusak keseimbangan alam dan berdampak langsung pada masyarakat sekitar.
“Banjir ini bukan semata bencana alam, tapi ada peran manusia. Kami melihat sendiri bagaimana alam dirusak oleh kepentingan segelintir orang. Ini ulah para oligarki perusak alam,” ujar K.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Jepara dan aparat penegak hukum agar lebih tanggap dan tidak menutup mata terhadap aktivitas tambang yang diduga ilegal. Menurut warga, jika dibiarkan terus-menerus, kerusakan lingkungan seperti longsor dan banjir akan semakin sering terjadi dan merugikan masyarakat kecil.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penertiban, evaluasi perizinan, serta penegakan hukum terhadap tambang-tambang yang tidak bertanggung jawab. “Siapapun kita, semua rakyat punya kewajiban mengawasi jalannya pemerintahan demi kemaslahatan dan keselamatan bersama,” tambahnya.
Masyarakat Desa Buaran berharap adanya langkah nyata dari pemerintah agar lingkungan kembali terjaga dan bencana serupa tidak terulang di kemudian hari.***










