Piknik Purna Tugas Pejabat Kecamatan Welahan Tuai Sorotan, Warga Desak Transparansi Anggaran

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara | Mata Pena News Kegiatan purna tugas salah satu pejabat di Kecamatan Welahan menjadi sorotan masyarakat. Acara perpisahan yang diisi dengan perjalanan bersama ke Yogyakarta itu menuai kritik karena dinilai kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi warga.

Sejumlah warga mempertanyakan sumber pendanaan kegiatan tersebut. Mereka menilai, di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kegiatan yang terkesan rekreatif oleh aparatur pemerintah seharusnya dipertimbangkan secara matang.

“Yang menjadi pertanyaan kami, dana kegiatan itu berasal dari mana. Kami hanya berharap ada keterbukaan agar tidak menimbulkan prasangka di masyarakat,” ujar salah satu
warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026 Resmi Diluncurkan,Gubernur Sumsel Herman Deru Ajak Warga Hidupkan Semangat Gotong Royong

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat kecamatan serta kepala desa se-Kecamatan Welahan. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait sumber pembiayaan maupun dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pengamat tata kelola pemerintahan menilai, kegiatan aparatur negara, baik yang bersifat formal maupun nonformal, tetap perlu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Baca Juga:  Bupati Rudy Susmanto: APFI 2026 di Bogor Bukan Sekadar Pameran Foto, tapi Jejak Sejarah Bangsa

“Sepanjang kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran publik atau telah melalui mekanisme yang sah, tentu tidak menjadi persoalan. Namun jika melibatkan dana yang bersumber dari keuangan negara atau daerah, maka harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” ujarnya.

Masyarakat berharap pihak kecamatan dapat memberikan klarifikasi resmi guna menghindari kesalahpahaman yang berkembang. Keterbukaan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dan warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Kecamatan Welahan terkait kegiatan tersebut.

Agus

Berita Terkait

VIRAL ! Drainase Diduga Asal Jadi, Warga Soroti Proyek PU PR PSDA di Sematang Borang
VIRAL ! Antrean BBM Mengular di RE Martadinata, Warga Khawatir Timbulkan Korban Kecelakaan
Viral ! Proyek Saluran Air Dinas PU  PSDA Kota Palembang Diduga Dikerjakan Asal-asalan
DPMPTSP Kabupaten Bogor Hadirkan Pelayanan Publik 100 Jam Non-Stop di HJB ke-544
Dugaan Dana Banprov dan Pemkab 2024-2025 Di Desa Sekuro  Raib  Bangunan Fisik Jalan Desa Tak Ada, Rp 850 Juta Dipertanyakan Warga
Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas Jamaah Haji Kloter 21 dari Masjid Raya Nurul Wathon, Jadi Sejarah Baru Pemberangkatan Haji
BUMDes Cakrawala Desa Ciasihan Gelar Sosialisasi Pengelolaan Lahan KPS
KDM: Pembangunan Infrastruktur Harus Selaras dengan Sejarah dan Alam
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:38 WIB

VIRAL ! Drainase Diduga Asal Jadi, Warga Soroti Proyek PU PR PSDA di Sematang Borang

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:46 WIB

VIRAL ! Antrean BBM Mengular di RE Martadinata, Warga Khawatir Timbulkan Korban Kecelakaan

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:23 WIB

Viral ! Proyek Saluran Air Dinas PU  PSDA Kota Palembang Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:34 WIB

DPMPTSP Kabupaten Bogor Hadirkan Pelayanan Publik 100 Jam Non-Stop di HJB ke-544

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:20 WIB

Dugaan Dana Banprov dan Pemkab 2024-2025 Di Desa Sekuro  Raib  Bangunan Fisik Jalan Desa Tak Ada, Rp 850 Juta Dipertanyakan Warga

Berita Terbaru