Banyuasin | Mata Pena News Pembangunan jalan paving blok yang dianggarkan Pemerintah Kecamatan Mariana melalui anggaran PBK ( Silfa Tahun Anggaran 2025) yang menelan biaya Rp.75.. 000. 000 yang pelaksana Swakelola pada saat pelaksanaan pemasangan paving blok diduga tidak sesuai.
Maupun Anggaran yang di keluarkan ditaksir untuk pemasangan paving blok di kantor desa Tirto Sari
Sekisar kurang lebih RP.45.000.000
Dengan Volume
20m×10m
16m×6m
Dengan jumlah paving blok kurang lebih 12 ribu paving blok dipasang permeter 50 biji paving blok dengan harga satuan kita perbesar satu biji paving blok sekisar 3000 perbiji
3000×12 (36 jt+potong PPA & PPN 12 %) di tambah gaji tukang perhari
Dan dikemakan Sisa dari pemasangan paving blok tersebut
Kegiatan tersebut berlokasi di Kantor Desa Tirta Sari kecamatan Mariana kabupaten Banyuasin menjadi sorotan penggiat Team Investigasi Media sebagai sosial kontrol
Pasalnya pada saat tengah dilakukannya pemasangan paving blok ditemukan bekas puing-puing yang sengaja digunakan untuk menghemat hamparan pasir atau batu base cose yang digunakan sebagai hamparan dasar.
Dilokasi, hasil temuan mengatakan,” Selain itu, baby roller atau biasa disebut mesin wales mini yang seharusnya digunakan sebagai pemadatan area pemasangan paving blok untuk pemadatan permukaan tanah pada kontruksi proyek jalan diduga tidak digunakan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (21/4/2025).
Hal yang sama juga dikatakan aktivis SumSel pemerhati pembangunan, mengkritisi pemasangan paving blok tersebut.
“dari kasat mata kami, kami menilai, proyek pemasangan paving blok ini ada main mata dari pihak kepala desa dengan pengawas kecamatan Mariana dalam hal ini,” ujar kepada Team Investigasi Media
Lebih lanjut katanya,” karena ini sangat jelas terlihat dari hamparan base cose atau pasir tercampur dengan puing, kami menduga dengan sengaja dilakukan untuk mengurangi pembelanjaan atau penggunaannya, dan mesin wales mini kami menduga ini tidak ada. Karena hamparan base cose ini tidak merata terlihat tidak adanya pemadatan wales dan pekerja tanpa dilengkapi dengan alat pelindung diri sebagai alat keselamatan kerja.
Ia juga menyinggung Pengawas Kecamatan “fungsi pengawas itu untuk mengawasi walaupun itu hanya sebentar, biar tau apakah ada kecurangan atau tidak pada saat pelaksanaan. Kalau pekerjaan seperti ini di biarkan, berarti kan sistem pengawasannya tidak di fungsikan dengan baik,” jelas
Sampai berita Kedua ini dimuat, pihak pemerintah Kecamatan Mariana maupun kepala Desa terkait belum bisa ditemui dikantor desa selalu tidak ada di tempat untuk di konfirmasi
Oleh team Investigasi Media SumSel
Reporter : Kaperwil SumselProyek pemasangan paving blok
Diduga tidak sesuai (RAB) di kantor Desa Tirto Sari Kec Mariana kab Banyuasin
Banyuasin 1.-Mata Pena News Com Pembangunan jalan paving blok yang dianggarkan Pemerintah Kecamatan Mariana melalui anggaran PBK ( Silfa Tahun Anggaran 2025) yang menelan biaya Rp.75.. 000. 000 yang pelaksana Swakelola pada saat pelaksanaan pemasangan paving blok diduga tidak sesuai.
Maupun Anggaran yang di keluarkan ditaksir untuk pemasangan paving blok di kantor desa Tirto Sari
Sekisar kurang lebih RP.45.000.000
Dengan Volume
20m×10m
16m×6m
Dengan jumlah paving blok kurang lebih 12 ribu paving blok dipasang permeter 50 biji paving blok dengan harga satuan kita perbesar satu biji paving blok sekisar 3000 perbiji
3000×12 (36 jt+potong PPA & PPN 12 %) di tambah gaji tukang perhari
Dan dikemakan Sisa dari pemasangan paving blok tersebut
Kegiatan tersebut berlokasi di Kantor Desa Tirta Sari kecamatan Mariana kabupaten Banyuasin menjadi sorotan penggiat Team Investigasi Media sebagai sosial kontrol
Pasalnya pada saat tengah dilakukannya pemasangan paving blok ditemukan bekas puing-puing yang sengaja digunakan untuk menghemat hamparan pasir atau batu base cose yang digunakan sebagai hamparan dasar.
Dilokasi, hasil temuan mengatakan,” Selain itu, baby roller atau biasa disebut mesin wales mini yang seharusnya digunakan sebagai pemadatan area pemasangan paving blok untuk pemadatan permukaan tanah pada kontruksi proyek jalan diduga tidak digunakan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (21/4/2025).
Hal yang sama juga dikatakan aktivis SumSel pemerhati pembangunan, mengkritisi pemasangan paving blok tersebut.
“dari kasat mata kami, kami menilai, proyek pemasangan paving blok ini ada main mata dari pihak kepala desa dengan pengawas kecamatan Mariana dalam hal ini,” ujar kepada Team Investigasi Media
Lebih lanjut katanya,” karena ini sangat jelas terlihat dari hamparan base cose atau pasir tercampur dengan puing, kami menduga dengan sengaja dilakukan untuk mengurangi pembelanjaan atau penggunaannya, dan mesin wales mini kami menduga ini tidak ada. Karena hamparan base cose ini tidak merata terlihat tidak adanya pemadatan wales dan pekerja tanpa dilengkapi dengan alat pelindung diri sebagai alat keselamatan kerja.
Ia juga menyinggung Pengawas Kecamatan “fungsi pengawas itu untuk mengawasi walaupun itu hanya sebentar, biar tau apakah ada kecurangan atau tidak pada saat pelaksanaan. Kalau pekerjaan seperti ini di biarkan, berarti kan sistem pengawasannya tidak di fungsikan dengan baik,” jelas
Sampai berita Kedua ini dimuat, pihak pemerintah Kecamatan Mariana maupun kepala Desa terkait belum bisa ditemui dikantor desa selalu tidak ada di tempat untuk di konfirmasi
Oleh team Investigasi Media SumSel
Reporter : Kaperwil Sumsel










