Mata Pena News – Lemahnya pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin terhadap kondisi sarana pendidikan kembali menjadi sorotan. Hal ini menyusul ambruknya atap teras di SMP Negeri 3 Terlangu Banyuasin III pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 09.40 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa disertai hujan maupun angin kencang. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa bangunan sekolah tersebut telah lama tidak mendapatkan perawatan serius dari pihak terkait.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut.
“Terkait peristiwa itu kami ikut prihatin dan bangunan tersebut sudah kami usulkan serta masuk prioritas program revitalisasi tahun 2026,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepala sekolah agar mengamankan area bangunan yang ambruk supaya para siswa tidak mendekat.
“Kami sudah instruksikan kepada kepala sekolah untuk mengamankan lokasi agar anak-anak tidak mendekati bangunan yang ambruk,” tambahnya.
Menurut Kabid SMP, bangunan tersebut kini tinggal menunggu proses pelaksanaan rehabilitasi karena sudah masuk program rehab tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Sekolah Afrida menyatakan bahwa laporan kondisi bangunan sebelumnya telah disampaikan kepada Kepala Bidang Pembinaan SMP.
Namun, meski laporan telah diterima pihak Dinas Pendidikan, hingga berita ini diturunkan belum terlihat adanya langkah konkret terkait penanganan maupun perbaikan bangunan yang ambruk tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan sorotan serius terhadap respons cepat serta tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan lingkungan sekolah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi fisik bangunan sekolah tidak boleh diabaikan. Minimnya perawatan bukan hanya berdampak pada kenyamanan proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Reporter : Kaperwil Sumsel










