Redaksi Berkisah,
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Abbas RA – Lautan Ilmu di Usia Muda
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Rubrik Mata PenaNews kembali menghadirkan kisah inspiratif dari para sahabat Rasulullah SAW—sosok-sosok mulia yang hidup bersama cahaya wahyu dan menjadi lentera bagi umat Islam sepanjang zaman.
Salah satu dari mereka adalah Abdullah bin Abbas RA, sepupu Rasulullah SAW sekaligus tokoh yang dijuluki Tarjumanul Qur’an (Penafsir Al-Qur’an) dan Habrul Ummah (Ulama Besar Umat Ini). Ia adalah putra dari Abbas bin Abdul Muthalib dan Ummu al-Fadl Lubabah binti al-Harith. Lahir tiga tahun sebelum hijrah, Ibnu Abbas tumbuh dalam naungan nubuwah, menyerap ilmu langsung dari sumbernya.
Sejak usia belia, kecerdasannya telah menonjol. Ia sering berada di sisi Nabi SAW, mencatat sabda-sabda beliau, dan menyimak ayat-ayat Al-Qur’an dengan penuh perhatian. Suatu hari, Rasulullah SAW mendoakannya, “Ya Allah, berikanlah kepadanya pemahaman dalam agama dan ajarkanlah kepadanya tafsir Al-Qur’an.” Doa ini menjadi kenyataan—ia pun tumbuh sebagai salah satu rujukan utama dalam bidang tafsir dan fikih.
Pasca wafatnya Rasulullah SAW, Ibnu Abbas melanjutkan perjuangan dengan menyebarkan ilmu. Di usia yang masih muda, ia telah mengajar para tabiin dan menjadi poros ilmu di Madinah. Majelis-majelisnya selalu ramai oleh para pencari hikmah.
Kisah beliau menjadi pelajaran berharga bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berilmu dan menginspirasi. Justru pada masa inilah semangat belajar, tekun mengkaji, dan dekat dengan para ulama harus ditanamkan.
Semoga kita semua dapat meneladani semangat keilmuan Abdullah bin Abbas RA dalam kehidupan kita sehari-hari.
Salam hormat,
Tim Redaksi Mata PenaNews










