Jepara | Mata Pena News– Tradisi Jembul Tulakan di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Jepara, kembali digelar dengan meriah pada akhir pekan kemarin. Arak-arakan gunungan hasil bumi dan kirab budaya ini sukses menyedot ribuan warga serta wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Sejak pagi, warga sudah memadati sepanjang rute kirab mulai dari balai desa hingga Sendang Pancuran. Acara diawali dengan doa bersama dan tarian penyambutan, lalu dilanjutkan dengan arak-arakan gunungan Jembul. Gunungan yang berisi hasil panen seperti padi, jagung, sayur, dan buah-buahan itu menjadi rebutan warga seusai didoakan.
Kepala Desa Tulakan, Sutarjo, mengatakan tradisi Jembul merupakan wujud syukur warga atas hasil panen sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur. “Alhamdulillah setiap tahun selalu meriah. Ini bukan sekadar pesta rakyat, tapi juga doa bersama agar desa kita diberi keselamatan dan hasil bumi yang melimpah,” ujarnya.
Selain kirab gunungan, rangkaian acara Jembul Tulakan juga diisi dengan pertunjukan seni tradisional seperti kentrung, emprak, dan wayang kulit semalam suntuk. Para pedagang UMKM lokal juga ikut merasakan berkah karena lapak dagangan mereka laris diserbu pengunjung.
Salah satu pengunjung asal Bangsri, Anisa, mengaku selalu menyempatkan hadir. “Meriah banget. Anak-anak senang, bisa lihat budaya, sekalian ngalap berkah dari gunungan,” katanya.
Tradisi Jembul Tulakan sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang masuk dalam kalender wisata Kabupaten Jepara. Pemerintah desa berharap tahun depan acara bisa digelar lebih besar dengan dukungan dari Dinas Pariwisata
Yuda











