MUTIARA HIKMAH BES : ISTIQAMAH DI JALAN KEBENARAN DAN KEWAJIBAN TABAYYUN
Mata Pena News –
Sabtu, 20 Juni 2026
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَالُوْٓا اَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللّٰهَ وَحْدَهٗ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ اٰبَآؤُنَا ۚ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
“Mereka berkata, ‘Apakah engkau datang kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka datangkanlah kepada kami apa yang engkau ancamkan kepada kami jika engkau termasuk orang yang benar.'”(QS. Al-A’raf: 70)
Ayat ini mengingatkan bahwa dalam sejarah para nabi, kebenaran sering menghadapi penolakan, ejekan, bahkan perlawanan. Mereka yang membawa perubahan sering diuji dengan berbagai bentuk tekanan.
Di tengah dinamika kehidupan berbangsa, publik dikejutkan oleh kabar penangkapan Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa) oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat, 19 Juni 2026.
Penangkapan tersebut berkaitan dengan perkara yang sedang diproses hukum terkait tudingan mengenai ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Menurut pemberitaan media, kuasa hukum keduanya membenarkan adanya penangkapan tersebut, sementara pihak kepolisian menyatakan proses hukum dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Peristiwa ini menimbulkan berbagai tanggapan di masyarakat. Sebagian melihatnya sebagai bagian dari proses penegakan hukum, sementara yang lain memandangnya sebagai ujian bagi pihak yang sedang memperjuangkan keyakinannya. Namun sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan tanpa bukti yang jelas.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…”(QS. Al-Hujurat: 6)
Karena itu, sikap yang paling bijak adalah menghormati proses hukum yang berjalan, mengedepankan tabayyun, serta tidak menyebarkan tuduhan maupun vonis tanpa dasar yang kuat.
Allah SWT juga berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah bersedih hati.’ “(QS. Fussilat: 30)
Apa pun posisi dan pandangan kita, hendaknya tetap berpegang pada kejujuran, keadilan, dan akhlak yang baik. Kebenaran sejati tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga bukti, keadilan, dan kesabaran.
“Āmantu billāh tsumma istaqim””Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah.”(HR. Muslim)
Wallahu a’lam bish-shawab.
Salam Jihad Brother Eggi Sudjana











