JEPARA | Mata Pena News – Suasana malam takbiran di wilayah Jepara, khususnya di kawasan Bundaran Ngabul, terpantau ramai namun tetap kondusif.
Aktivitas masyarakat didominasi warga yang sekadar berkumpul atau nongkrong, tanpa adanya iring-iringan konvoi maupun penggunaan sound horeg.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga terlihat lancar, dengan kendaraan roda dua (sepeda motor) mendominasi pergerakan. Tidak tampak aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, seperti penggunaan sound system berlebihan atau pesta minuman keras.
Kondisi ini sejalan dengan imbauan Wakapolres Jepara, Kompol Edy Sutrisno. Ia menegaskan agar masyarakat merayakan malam takbiran secara tertib dan tidak berlebihan.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Jepara agar tidak menggunakan sound horeg, tidak mengonsumsi minuman keras, serta tidak melakukan konvoi di jalan raya. Mari kita rayakan malam takbiran dengan khidmat sebagai wujud rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa,” ujar Kompol Edy Sutrisno.
Ia juga menambahkan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama malam takbiran hingga perayaan Idul Fitri.
Dengan kepatuhan warga terhadap imbauan tersebut, malam takbiran di Jepara tahun ini berlangsung lebih tertib, aman, dan tetap terasa semarak meski tanpa euforia berlebihan.
Sementara itu, jajaran Polres Jepara terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Petugas disiagakan untuk memastikan situasi tetap aman hingga perayaan Idul Fitri berlangsung.
Kalau mau dibuat lebih “nendang” (lebih tegas atau sedikit sensasional), bisa saya poles lagi.
Yuda










