Jakarta, Mata Pena News — Kementerian Komunikasi dan Digital mengajak insan pers memperkuat kolaborasi dalam menjaga ruang informasi publik yang sehat, akurat, dan terpercaya di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.
Ajakan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya saat menghadiri kegiatan fun walk bersama insan media dan masyarakat dalam rangka peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Menurut Fifi, pers memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menangkal hoaks dan disinformasi yang semakin masif di era digital.
“Rekan-rekan pers merupakan benteng pertahanan melawan hoaks dan disinformasi. Jurnalis memegang peran penting menjaga kebenaran di tengah arus informasi yang sangat cepat dan belum tentu terverifikasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kecepatan penyebaran informasi di era digital tidak boleh mengesampingkan prinsip akurasi dan kualitas jurnalistik.
“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Pemerintah bersama insan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan informasi yang beredar tetap berkualitas dan dapat dipercaya publik,” kata Fifi.
Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan fun walk tersebut menjadi simbol pentingnya konsistensi dan kebersamaan dalam memperjuangkan kebebasan pers dan menjaga demokrasi.
“Perjuangan untuk kemerdekaan pers itu seperti perjalanan panjang. Dibutuhkan stamina, konsistensi, dan yang paling utama adalah kebersamaan,” tuturnya.
Fifi juga mengajak media massa terus membangun komunikasi yang transparan serta mendukung digitalisasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Mari kita segarkan kembali komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang lebih transparan dan digitalisasi yang inklusif,” imbuhnya.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pers Toto Suryanto, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia Wahyu Dhyatmika, Sekjen Asosiasi Televisi Swasta Indonesia Gilang Iskandar, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia Firdaus, serta Direktur Utama ANTARA Benny Sinombor Butarbutar.
Selain itu, sejumlah pejabat Kemkomdigi juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Ekosistem Digital Media Farida Dewi, Direktur Komunikasi Publik Nuni Purwanti, serta Direktur Utama Bakti Komdigi Fadhilah Mathar.
Penguatan sinergi antara pemerintah dan media dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam memperkuat demokrasi, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta menciptakan ekosistem informasi yang sehat, inklusif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Red











