Redaksi berkisah, Menjemput Kemuliaan Zulhijah: Puasa Tarwiyah dan Arafah Jadi Momentum Membersihkan Jiwa
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Melalui rubrik Redaksi Berkisah, Mata PenaNews kembali menghadirkan….
Datangnya bulan Zulhijah selalu membawa suasana yang berbeda bagi umat Islam. Selain identik dengan ibadah kurban dan pelaksanaan haji di Tanah Suci, sepuluh hari pertama Zulhijah juga dikenal sebagai waktu yang penuh kemuliaan dan keberkahan.
Pada hari-hari inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, mulai dari zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga menjalankan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah.
Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan, puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya membutuhkan kecukupan materi, tetapi juga ketenangan batin dan kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan sehari sebelum Iduladha, tepatnya tanggal 9 Zulhijah. Meski hukumnya sunah, dua ibadah ini memiliki nilai dan ganjaran yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Menahan Lapar, Menguatkan Hati
Puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar. Lebih dari itu, puasa adalah latihan kejujuran, kesabaran, dan pengendalian diri. Saat seseorang berpuasa,
ia sedang belajar menundukkan hawa nafsu dan membersihkan hati dari sifat-sifat buruk.
Momentum ini juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu berasal dari kemewahan, melainkan dari hati yang tenang dan penuh rasa syukur.
Di hari-hari menjelang Iduladha, puasa menjadi cara sederhana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
sekaligus merenungi makna pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah sering dipandang sebagai pintu awal persiapan spiritual menuju hari Arafah dan Iduladha. Banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak ibadah pada hari tersebut karena termasuk bagian dari hari-hari terbaik dalam setahun.
Niat Puasa Tarwiyah
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya:
“Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Faidah menjalankan puasa Tarwiyah di antaranya:
Melatih kesabaran dan keikhlasan.
Menenangkan hati dan pikiran.
Menjadi sarana memperbanyak pahala sebelum Iduladha.
Membiasakan diri hidup sederhana dan penuh syukur.
Puasa Arafah dan Ganjaran yang Luar Biasa
Puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunah paling utama bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Pada hari itu, jutaan jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, sementara umat Islam di seluruh dunia dianjurkan memperbanyak doa dan puasa.
Rasulullah SAW menyebut puasa Arafah sebagai ibadah yang memiliki keutamaan besar, yakni menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama dua tahun.
Niat Puasa Arafah
“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya:
“Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Ganjaran dan hikmah puasa Arafah antara lain:
Menjadi sebab turunnya ampunan Allah SWT.
Membersihkan hati dari kesalahan dan dosa kecil.
Menghidupkan semangat ibadah menjelang hari raya.
Membentuk pribadi yang lebih sabar dan rendah hati.
Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa-doa terbaik.
Amalan yang Tidak Boleh Disia-siakan
Para ulama mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijah adalah kesempatan emas yang belum tentu datang kembali pada tahun berikutnya. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak amal kebaikan.
Selain berpuasa, umat muslim juga dianjurkan:
Memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil.
Bersedekah kepada fakir miskin.
Membaca Al-Qur’an.
Memperbanyak istighfar dan doa.
Menjaga hubungan baik dengan sesama.
Menyambut Iduladha dengan Hati yang Bersih
Iduladha sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban. Lebih dalam dari itu, Iduladha mengajarkan tentang ketulusan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Melalui puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam diajak mempersiapkan diri lahir dan batin agar dapat menyambut hari raya dengan hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih tenang, dan semangat berbagi yang lebih kuat.
Karena pada akhirnya, ibadah terbaik bukan hanya yang terlihat besar, tetapi yang dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh harap kepada Allah SWT.
Salam Hormat
Tim Redaksi matapenanews











