Proyek Paving Blok di Kantor Desa Tirto Sari Diduga Tak Sesuai RAB

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Banyuasin | Mata Pena News — Proyek pembangunan jalan paving blok di Desa Tirto Sari, Kecamatan Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin, menjadi sorotan. Kegiatan yang bersumber dari anggaran PBK (Silpa Tahun Anggaran 2025) dengan nilai sekitar Rp75.000.000 ini diduga tidak dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Berdasarkan hasil pantauan tim investigasi media di lapangan, pekerjaan pemasangan paving blok yang dilaksanakan secara swakelola tersebut diperkirakan hanya menelan biaya sekitar Rp25.000.000. Sisa anggaran dari kegiatan itu pun menjadi tanda tanya.

Selain itu, ditemukan dugaan ketidaksesuaian dalam proses pengerjaan. Di lokasi proyek, terlihat adanya penggunaan puing-puing yang diduga sengaja dicampurkan sebagai pengganti hamparan pasir atau material base course. Hal ini dinilai dapat memengaruhi kualitas dan daya tahan konstruksi jalan.

Baca Juga:  SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa alat pemadat seperti baby roller (wales mini), yang seharusnya digunakan untuk memadatkan permukaan tanah sebelum pemasangan paving blok, tidak terlihat digunakan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Seharusnya ada alat pemadatan supaya hasilnya kuat dan rata. Namun, yang kami lihat di lapangan tidak ada penggunaan alat tersebut,” ujarnya kepada awak media, Selasa (21/4/2025).

Kritik serupa juga disampaikan oleh seorang aktivis Sumatera Selatan yang merupakan pemerhati pembangunan. Ia menilai terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Secara kasat mata, kami menduga ada ketidaksesuaian dalam pekerjaan ini. Material dasar terlihat tercampur dengan puing, dan tidak ada tanda-tanda pemadatan yang maksimal. Bahkan pekerja juga tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri,” ungkapnya.

Baca Juga:  13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga

Ia juga menyoroti peran pengawas dari pihak Kecamatan Mariana yang dinilai tidak menjalankan fungsinya secara optimal.

“Pengawas seharusnya memastikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka fungsi pengawasan patut dipertanyakan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kecamatan Mariana maupun Kepala Desa Tirto Sari belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada di kantor saat tim media mencoba melakukan konfirmasi.

(Tim Investigasi Media Sumsel)

Reporter: Kaperwil Sumsel

 

Berita Terkait

13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga
SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali
Lansia Hilang Tertimbun Longsor Saat Cari Bambu di Dramaga, BPBD Lakukan Pencarian
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:01 WIB

13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:26 WIB

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:27 WIB

Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:03 WIB

Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB

Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru