Banyuasin | Mata Pena News
Jembatan Tanah Kering yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penugguan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,
Kembali mengalami kerusakan parah meski belum genap satu tahun sejak dilakukan perbaikan. Kondisi tersebut memicu keluhan warga yang mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh demi keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (15/6/2026),
Kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Sejumlah bagian lantai besi jembatan tampak terlepas dan mengalami keropos, sehingga membahayakan pengendara yang melintas, terutama kendaraan roda empat.
“Rangka lantai jembatan yang dibangun sejak tahun 1980-an ini sudah banyak yang keropos. Bahkan ada beberapa bagian yang terlepas. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” ujar salah seorang warga.
Selain itu, tiang penyangga jembatan juga dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup serius. Akibatnya, jembatan semakin rawan dilalui kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan bermuatan berat.
Warga menilai hasil perbaikan yang dilakukan pada tahun 2025 dengan anggaran sekitar Rp5 miliar belum memberikan hasil yang maksimal. Pasalnya, dalam waktu kurang dari satu tahun setelah perbaikan selesai, kondisi jembatan kembali rusak dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Menurut warga, jembatan tersebut merupakan akses vital yang telah digunakan sejak program transmigrasi di wilayah Pulau Rimau. Karena usianya yang sudah puluhan tahun, warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi konstruksi jembatan.
“Kami berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Banyuasin dan Dinas PUPR, segera mengambil langkah konkret. Jangan sampai menunggu adanya korban jiwa baru dilakukan tindakan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia juga menambahkan bahwa jembatan tersebut tidak hanya digunakan masyarakat setempat, tetapi juga dilalui kendaraan perusahaan yang mengangkut hasil perkebunan dengan tonase cukup besar. Kondisi itu diduga turut mempercepat kerusakan jembatan.
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan kembali atau pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh dan aman, sehingga aktivitas ekonomi serta mobilitas warga tidak terganggu.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menantikan langkah dan tanggung jawab dari pihak terkait untuk menangani kerusakan Jembatan Tanah Kering yang menjadi urat nadi penghubung dua kecamatan tersebut.
Reporter: Kaperwil Sumsel











