WARGA KELUHKAN AIR PDAM MATI DUA HARI, LAYANAN PENGADUAN DIGITAL JADI SOROTAN

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JEPARA | Mata Pena NewsKeluhan terhadap layanan air bersih Perumdam Tirta Jungporo Jepara kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warga mengaku mengalami gangguan distribusi air hingga dua hari, sementara pengaduan melalui layanan WhatsApp disebut belum mendapat respons memadai.

Keluhan tersebut salah satunya diunggah akun Facebook MIK JEPARA OFFICIAL pada Minggu (10/5/2026). Dalam unggahan itu, warga mempertanyakan lambannya penanganan aduan pelanggan saat distribusi air mengalami gangguan.

Pengunggah menyebut telah mencoba menyampaikan keluhan melalui WhatsApp, namun diarahkan untuk datang langsung ke kantor guna memperoleh penjelasan. Kondisi itu dinilai menyulitkan pelanggan, terlebih di tengah perkembangan layanan digital yang semestinya mempermudah akses pengaduan masyarakat.

Unggahan tersebut turut menampilkan foto meteran air milik pelanggan. Dalam narasinya, warga juga menyoroti kewajiban pembayaran rekening air yang harus dipenuhi tepat waktu, sementara pelayanan dinilai belum optimal saat terjadi gangguan distribusi.

Baca Juga:  RS Annisa Bogor Gelar Donor Darah Peringati Hari Perawat Internasional ke-52

Pantauan di kolom komentar menunjukkan adanya keluhan serupa dari sejumlah pengguna lain. Beberapa warga mengaku air tidak mengalir pada jam-jam tertentu, sedangkan lainnya menilai respons pengaduan masih lambat. Namun, ada pula warganet yang meminta masyarakat memahami kemungkinan adanya gangguan teknis seperti kebocoran atau perbaikan jaringan pipa.

PDAM Jepara Sampaikan Upaya Pembenahan

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, pihak Perumdam Tirta Jungporo Jepara menyatakan terus melakukan evaluasi dan pembenahan pelayanan air bersih, termasuk pemetaan wilayah yang kerap mengalami gangguan distribusi.

Pihak PDAM menyebut salah satu tantangan utama saat ini adalah meningkatnya kebutuhan air baku. Untuk menambah kapasitas layanan, perusahaan daerah tersebut berencana membangun tujuh sumur baru pada tahun 2026.

Selain itu, PDAM juga mengklaim telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) guna mempercepat tindak lanjut laporan masyarakat terkait gangguan layanan.

Wilayah yang menjadi prioritas peningkatan pelayanan antara lain Kota Jepara, Tahunan, dan Desa Kedungmalang.

Baca Juga:  Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga

Layanan Pengaduan Publik Perlu Respons Cepat

Persoalan pelayanan pengaduan turut menjadi perhatian publik. Pengamat pelayanan publik di Jepara menilai badan usaha milik daerah (BUMD) perlu memastikan sistem pengaduan digital berjalan responsif dan informatif.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, masyarakat sebagai pelanggan memiliki hak memperoleh pelayanan yang layak, termasuk informasi yang jelas ketika terjadi gangguan distribusi air.

Menurutnya, pengaduan melalui WhatsApp atau kanal digital lain seharusnya dapat ditangani secara cepat tanpa selalu mengharuskan pelanggan datang ke kantor, kecuali diperlukan verifikasi teknis di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab pasti gangguan distribusi air yang dikeluhkan warga dalam unggahan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Perumdam Tirta Jungporo Jepara maupun pihak terkait lainnya sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Reporter: Korwil Jateng MATAPENANEWS

Berita Terkait

Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas Ribuan Peserta Bogorun 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Persatuan
Kades Talang Kemang Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Pengelolaan DD dan ADD 2024–2025
RS Annisa Bogor Gelar Donor Darah Peringati Hari Perawat Internasional ke-52
Pemkab Bogor Dukung Perda Masyarakat Adat, Rudy Susmanto: Pengakuan Identitas dan Perlindungan Hukum
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tekankan Perlindungan Masyarakat Adat dalam Paripurna
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga
Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026 Resmi Diluncurkan,Gubernur Sumsel Herman Deru Ajak Warga Hidupkan Semangat Gotong Royong
Hardiknas 2026 Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak komitmen Bersama Dalam Memajukan Sektor Pendidikan Indonesia Emas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:19 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas Ribuan Peserta Bogorun 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Persatuan

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:49 WIB

WARGA KELUHKAN AIR PDAM MATI DUA HARI, LAYANAN PENGADUAN DIGITAL JADI SOROTAN

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:26 WIB

Kades Talang Kemang Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Pengelolaan DD dan ADD 2024–2025

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:19 WIB

RS Annisa Bogor Gelar Donor Darah Peringati Hari Perawat Internasional ke-52

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:01 WIB

Pemkab Bogor Dukung Perda Masyarakat Adat, Rudy Susmanto: Pengakuan Identitas dan Perlindungan Hukum

Berita Terbaru