MAGELANG | Mata Pena News – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya awan panas guguran pada Selasa pagi (9/6/2026). Fenomena tersebut terpantau meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya, tepatnya menuju kawasan hulu Kali Sat/Putih.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas vulkanologi, awan panas muncul pada pukul 08.59 WIB. Rekaman kegempaan menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 26,96 milimeter dengan durasi sekitar 136 detik.
Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas erupsi efusif yang masih berlangsung di Gunung Merapi, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Meski demikian, tingkat aktivitas Merapi hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana. Warga juga diminta menghindari alur sungai yang berhulu di puncak Merapi karena berpotensi menjadi jalur material vulkanik saat terjadi aktivitas erupsi.
Selain itu, masyarakat diimbau agar selalu mengacu pada informasi resmi dari PVMBG dan BPPTKG guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan selama 24 jam untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera diinformasikan kepada masyarakat. Dengan kondisi yang masih dinamis, warga di sekitar lereng Merapi diharapkan tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Red











