Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur Hingga 2 Kilometer

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG | Mata Pena News – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya awan panas guguran pada Selasa pagi (9/6/2026). Fenomena tersebut terpantau meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya, tepatnya menuju kawasan hulu Kali Sat/Putih.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas vulkanologi, awan panas muncul pada pukul 08.59 WIB. Rekaman kegempaan menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 26,96 milimeter dengan durasi sekitar 136 detik.

Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas erupsi efusif yang masih berlangsung di Gunung Merapi, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Meski demikian, tingkat aktivitas Merapi hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.

Baca Juga:  SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana. Warga juga diminta menghindari alur sungai yang berhulu di puncak Merapi karena berpotensi menjadi jalur material vulkanik saat terjadi aktivitas erupsi.

Baca Juga:  13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga

Selain itu, masyarakat diimbau agar selalu mengacu pada informasi resmi dari PVMBG dan BPPTKG guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan selama 24 jam untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera diinformasikan kepada masyarakat. Dengan kondisi yang masih dinamis, warga di sekitar lereng Merapi diharapkan tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Red

Berita Terkait

13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga
SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali
Lansia Hilang Tertimbun Longsor Saat Cari Bambu di Dramaga, BPBD Lakukan Pencarian
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:19 WIB

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur Hingga 2 Kilometer

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:01 WIB

13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:26 WIB

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:27 WIB

Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:03 WIB

Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Berita Terbaru