BANYUASIN | Mata Pena News – Proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Desa Tirta Makmur, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, menjadi sorotan publik setelah hingga tahun 2026 belum juga rampung meski telah menyerap anggaran ratusan juta rupiah.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pembangunan GOR tersebut disebut telah menghabiskan dana lebih dari Rp400 juta. Namun kondisi di lapangan menunjukkan bangunan belum selesai dan belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kepala Desa Tirta Makmur, Solikin, dalam pertemuan dengan awak media pada Kamis (23/04/2026) di Jakabaring, mengakui bahwa proyek tersebut mengalami kendala sejak tahun 2024 hingga 2025.
“Memang belum selesai karena sudah tidak ada anggaran lagi,” ujarnya.
Solikin juga menyampaikan bahwa proyek tersebut telah diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Banyuasin. Ia menegaskan bahwa berdasarkan audit tersebut tidak ditemukan pelanggaran.
Meski demikian, belum rampungnya proyek yang telah berjalan lebih dari satu tahun memunculkan pertanyaan publik terkait perencanaan, pengelolaan anggaran, serta efektivitas pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa meminta agar pemberitaan sebelumnya terkait proyek GOR tersebut dihapus.
“Maaf, kami minta agar berita yang sudah tayang sebelumnya bisa ditutup,” kata Solikin kepada awak media.
Permintaan tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat fungsi pers sebagai kontrol sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat penjelasan resmi dari pihak Inspektorat Kabupaten Banyuasin terkait hasil audit yang disebutkan oleh Kepala Desa, termasuk rincian pemeriksaan atas proyek tersebut.
Sejumlah pihak mendorong agar dilakukan klarifikasi terbuka serta evaluasi menyeluruh guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran desa.
Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan aparat pengawas internal, guna memperoleh penjelasan yang lebih komprehensif.
Reporter : Kaperwil SumSel











