Kades Banjarsari Tolak Klarifikasi Tertulis, Transparansi Proyek Sumur Bor Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin | Mata Pena News Sikap Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Suhaimi, yang menolak memberikan klarifikasi tertulis kepada media memicu sorotan terhadap transparansi pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024.

Penolakan tersebut terkait pemberitaan dugaan ketidaksesuaian dalam proyek pembangunan sumur bor pipanisasi dengan nilai anggaran lebih dari Rp61 juta. Media sebelumnya telah membuka ruang hak jawab dan klarifikasi secara resmi kepada yang bersangkutan.

Berdasarkan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (22/4/2026), Suhaimi melalui Ketua Forum Kepala Desa, Hasim, menyatakan tidak akan memberikan klarifikasi tertulis dan memilih mengikuti keputusan forum desa.

Padahal, tim investigasi media telah mengajukan permintaan klarifikasi sesuai prosedur jurnalistik, termasuk opsi penyampaian pernyataan tertulis guna memastikan akurasi dan keberimbangan informasi.

Baca Juga:  Arif Martha Rahadyan Kutuk Keras Serangan di Lebanon Tewaskan Tiga Prajurit TNI

Dalam pernyataan terpisah yang disampaikan kepada media lain, Suhaimi menyebut bahwa proyek tersebut telah diaudit oleh Inspektorat dan tidak ditemukan adanya pelanggaran.

“Sudah diaudit Inspektorat, tidak ada temuan,” ujarnya singkat.

Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, tidak terdapat dokumen atau penjelasan rinci yang disampaikan secara terbuka kepada publik terkait hasil audit tersebut, termasuk spesifikasi pekerjaan, pelaksanaan kegiatan, maupun rincian penggunaan anggaran.

Sikap tidak memberikan klarifikasi tertulis ini dinilai dapat menghambat akses informasi publik, terutama dalam konteks pengawasan penggunaan dana negara di tingkat desa.

Baca Juga:  Tradisi Jembul Desa Tulakan Selalu Meriah, Sedot Ribuan Warga

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Camat Pulau Rimau juga belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp tidak mendapat respons, dan panggilan telepon tidak diangkat.

Sejumlah pihak menilai, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari prinsip akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Oleh karena itu, publik berharap adanya penjelasan yang lebih transparan dari pihak terkait guna menghindari spekulasi serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.

Reporter: Kaperwil Sumsel

 

Berita Terkait

Wujudkan Pendidikan Berbasis Life Skill, SMA Plus Al-Hasibiyah Gratiskan SPP hingga Seragam
Pembangunan GOR di Desa Tirta Makmur Mangkrak, Telan Anggaran Rp4 Miliar
Ketua Umum Women Lawyer Club (WLC), Zulfa Andriani, menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan dengan warga masyarakat, Mancing Bersama Calon Kepala Desa Sukadanau
Dugaan Ketidaksesuaian Pembangunan Sumur Bor di Banyuasin, Warga Minta Audit Anggaran
Tradisi Jembul Desa Tulakan Selalu Meriah, Sedot Ribuan Warga
Kapolsek Sukaraja Pantau Langsung Pencarian Anak Tenggelam di Kali Ciliwung
DPRD Kabupaten Bogor Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan di Sukamakmur
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:37 WIB

Kades Banjarsari Tolak Klarifikasi Tertulis, Transparansi Proyek Sumur Bor Dipertanyakan

Selasa, 21 April 2026 - 15:29 WIB

Wujudkan Pendidikan Berbasis Life Skill, SMA Plus Al-Hasibiyah Gratiskan SPP hingga Seragam

Selasa, 21 April 2026 - 15:24 WIB

Pembangunan GOR di Desa Tirta Makmur Mangkrak, Telan Anggaran Rp4 Miliar

Selasa, 21 April 2026 - 01:58 WIB

Dengan semangat kebersamaan dengan warga masyarakat, Mancing Bersama Calon Kepala Desa Sukadanau

Selasa, 21 April 2026 - 01:54 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Pembangunan Sumur Bor di Banyuasin, Warga Minta Audit Anggaran

Berita Terbaru