Sukabumi | Mata Pena News — SMA Plus Al-Hasibiyah yang berlokasi di Jalan Taman Pendidikan No. 35 Bojonghaur, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, terus menghadirkan terobosan guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, sekolah ini resmi menggratiskan biaya pendaftaran, Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), hingga SPP bulanan bagi seluruh siswa.
Kepala sekolah, Dede Isnandar, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen dalam menjawab tantangan zaman, di mana generasi muda dituntut memiliki beragam keterampilan tanpa terkendala faktor ekonomi.
Totalitas Fasilitas bagi Siswa Baru
Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah di bawah naungan Yayasan Al-Hasibiyah ini juga memberikan fasilitas tambahan berupa seragam putih-abu gratis. Bahkan, bagi orang tua yang telah membeli seragam secara mandiri, pihak yayasan akan mengganti biaya tersebut dengan maksimal penggantian sebesar Rp150.000 sesuai nota pembelian.
Ketua yayasan, Herlan Saputra, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung siswa berprestasi.
“Kami juga menyediakan bantuan perlengkapan sekolah sebesar Rp100.000 bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Tujuan kami jelas, tidak boleh ada anak yang berhenti sekolah karena alasan biaya,” ujarnya.
Kurikulum Deep Learning dan Sinergi Pesantren
Keunggulan SMA Plus Al-Hasibiyah terletak pada penerapan kurikulum deep learning yang dipadukan dengan penguatan pendidikan agama. Program pembinaan akhlak berjalan selaras dengan pola asuh sejumlah pondok pesantren di sekitar lingkungan sekolah, sehingga menciptakan suasana belajar yang religius dan disiplin.
Selain pembelajaran akademik, siswa juga dibekali keterampilan hidup (life skill) melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti otomotif, tata boga, dan tata busana. Kegiatan lain seperti Pramuka dan Paskibra juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
Didukung fasilitas pembelajaran digital dan akses Wi-Fi gratis, sekolah ini telah melahirkan lulusan kreatif, termasuk di bidang industri digital seperti content creator.
Butuh Dukungan Pembangunan Ruang Kelas
Di balik berbagai kemajuan tersebut, SMA Plus Al-Hasibiyah masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur. Pihak yayasan telah menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi untuk pengembangan sekolah.
Namun, rencana penambahan ruang kelas baru hingga saat ini belum terealisasi akibat keterbatasan anggaran pembangunan. Pihak sekolah berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk mewujudkan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.
“Kami sudah menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi. Harapannya, ada bantuan program pembangunan agar kami dapat menambah ruang kelas dan meningkatkan kenyamanan belajar siswa,” tutup pihak yayasan.
Reporter : Wa Uloh










