Universitas Pertamina: Kampus Energi dan Teknologi Berbasis Keberlanjutan untuk Masa Depan Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | Mata Pena News – Indonesia tengah mempercepat langkah menuju transisi energi bersih pada 2060. Di tengah kebutuhan akan talenta yang memahami teknologi energi dan keberlanjutan, Universitas Pertamina (UPER) hadir sebagai kampus muda yang menempatkan isu energi di jantung pendidikan.

Lahir di lingkungan industri energi, UPER membangun ekosistem akademik yang memadukan pengetahuan teknis, riset aplikatif, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

1. Kampus berbasis inovasi, teknologi dan bisnis berorientasi Energi
Sebagai universitas swasta yang didukung perusahaan energi nasional terbesar, UPER menempati posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia di sektor energi dan keberlanjutan.

Kedekatan dengan Pertamina menghadirkan berbagai peluang kolaborasi: program pemagangan, riset bersama, hingga pengembangan talenta untuk mendukung transformasi energi nasional.

Jejaring profesional itu makin tampak dengan hadirnya 372 alumni UPER yang kini berkarier di Pertamina Grup serta 500 lebih alumni berkarir di Perusahaan Energi dan Multinasional lainnya.

Baca Juga:  Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk

Mereka menjadi jembatan antara kebutuhan industri dengan pengembangan keilmuan di kampus, sekaligus memperkuat peran UPER sebagai pemasok talenta masa depan.

2. Kurikulum Berbasis Keberlanjutan
UPER menaungi enam fakultas serta 16 program studi yang dirancang untuk menjawab tantangan energi dan lingkungan. Fakultas tersebut meliputi Teknologi Eksplorasi dan Produksi

Teknologi Industri, Perencanaan Infrastruktur, Sains dan Ilmu Komputer, Komunikasi dan Diplomasi, serta Ekonomi dan Bisnis. Kurikulum di setiap program studi berorientasi pada keberlanjutan, dengan fokus pada energi baru terbarukan, efisiensi energi, digitalisasi industri, dan teknologi rendah karbon.

 

Sejumlah peminatan mempertegas arah tersebut: Renewable Energy (S2 Keberlanjutan, Teknik Perminyakan), Risk management (S2 Management), Electrical Sustainable Energy (Teknik Elektro), Logistik Energi Berkelanjutan (Teknik Logistik), Geofisika Energi Terbarukan (Teknik Geofisika),

Energy Economics and Sustainability (Ekonomi) dan lainnya. Pendekatan ini memberi mahasiswa pengalaman belajar yang kontekstual dengan perkembangan industri energi global.

Baca Juga:  Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

3. Kontribusi Global melalui THE Impact Ranking
Komitmen UPER terhadap keberlanjutan tercermin lewat pencapaian pada Times Higher Education (THE) Impact Ranking. Meski baru sembilan tahun berdiri, UPER berhasil mencatat peringkat 25 nasional dan berada di rentang 801–1.000 global di tahun 2025.

Kategori dengan nilai tertinggi meliputi SDG 14 (Kehidupan Bawah Air), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), dan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau).

Kontribusi tersebut tidak lepas dari riset dan program pengabdian masyarakat yang menempatkan energi dan lingkungan sebagai fokus utama. Salah satu contoh adalah kolaborasi dengan Pertamina Foundation dalam program Desa Energi Berdikari (DEB) Sobat Bumi, yang memanfaatkan limbah tahu sebagai biogas ramah lingkungan

Program ini menunjukkan bagaimana inovasi akademik dapat memberi dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.***

Irawan

 

Berita Terkait

Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar
Perempuan Muda Asal Bogor, Gisya Anelissia Milda Siap Bawa Nama Indonesia ke Panggung Internasional Lewat ARICE 2026
Kembangkan Drone Otonom Bernama SkyFast, Mahasiswa UPER Raih Penghargaan Bergengsi di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura
Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk
Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia
Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir
Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan
UPER dan PF, Fondasi Pertamina dalam Menjawab Tantangan Transisi Energi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:21 WIB

Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:48 WIB

Perempuan Muda Asal Bogor, Gisya Anelissia Milda Siap Bawa Nama Indonesia ke Panggung Internasional Lewat ARICE 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:03 WIB

Kembangkan Drone Otonom Bernama SkyFast, Mahasiswa UPER Raih Penghargaan Bergengsi di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:02 WIB

Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:19 WIB

Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Berita Terbaru