MWA IPB University Tunjuk Dr Alim Setiawan Slamet sebagai Rektor PAW Periode 2025–2028

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor | Mata Pena News – Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University pada Jumat (5/12/2025) resmi memilih Dr Alim Setiawan Slamet, STP, MSi sebagai Rektor IPB University Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2025–2028. Penetapan dilakukan dalam Sidang Paripurna Tertutup MWA di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.

Pemilihan ini menjadi tindak lanjut dari pengunduran diri Prof Dr Arif Satria, Rektor IPB Periode 2023–2028, yang per 10 November 2025 diamanahkan Presiden RI sebagai Kepala BRIN. Atas dasar itu, MWA menerbitkan SK Nomor 12 Tahun 2025 tentang pemberhentian Rektor IPB dan menyampaikannya kepada Senat Akademik (SA) untuk proses lanjutan.

Melalui Surat SA Nomor 62451/IT3.SA/TU/P/B/2025 tertanggal 1 Desember 2025, terdapat tiga calon rektor PAW yang diajukan, yaitu:
Dr Alim Setiawan Slamet, STP, MSi
Prof drh Deni Noviana, PhD, DAiCVIM
Prof Dr Iskandar Z Siregar, MForSc, IPU, ASEAN Eng.

Berdasarkan hasil sidang, Dr Alim terpilih sebagai “nakhoda baru” IPB University untuk melanjutkan agenda strategis institusi. Ketua MWA, Prof Hardinsyah, mengucapkan selamat sekaligus percaya bahwa rektor terpilih mampu membawa IPB University semakin maju.
“Kami meyakini Beliau mampu melanjutkan kepemimpinan yang visioner. Pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat tanpa voting. Ini membanggakan dan patut kita syukuri,” ujar Prof Hardinsyah.

Baca Juga:  Perempuan Muda Asal Bogor, Gisya Anelissia Milda Siap Bawa Nama Indonesia ke Panggung Internasional Lewat ARICE 2026

Ia menegaskan bahwa Dr Alim akan bertugas sejak pelantikan hingga akhir masa periode 2023–2028. MWA juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof Arif Satria yang dinilai telah membawa IPB meraih banyak capaian dalam delapan tahun kepemimpinannya.

Prof Hardinsyah menambahkan bahwa keberlanjutan kepemimpinan sangat penting untuk menjaga stabilitas organisasi dan memperkuat inovasi akademik. Ia juga menilai pengalaman manajerial Dr Alim menjadi modal kuat menghadapi tantangan global, termasuk di bidang inovasi pangan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

“MWA mengapresiasi seluruh proses yang berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Kami akan mendukung sepenuhnya proses transisi dan program prioritas rektor baru,” jelasnya.

Lima Dimensi Kepemimpinan Rektor Terpilih
Dalam pidato usai penetapan, Dr Alim Setiawan memaparkan lima dimensi arah pengembangan IPB University, yaitu:
Mutu – Penguatan inovasi dan kualitas SDM dengan employability tinggi.
Inklusivitas – Perluasan akses tanpa diskriminasi serta peningkatan multi-stakeholder engagement.
Relevansi – Integrasi inovasi dengan agenda nasional Astacita, core competence agromaritim, serta kebutuhan masyarakat dan industri.

Baca Juga:  Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir

Adaptif – Responsif terhadap perkembangan teknologi dan era AI, mendorong dosen, pegawai, dan mahasiswa menjadi global leader.
Keberlanjutan Dampak – Perguruan tinggi harus menghasilkan impact nyata bagi masyarakat, industri, dan pencapaian SDGs serta ESG.

Dr Alim menegaskan bahwa IPB University harus menjadi “kampus berdampak” yang mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Pemilihan rektor PAW ini mencerminkan komitmen IPB University menjaga kesinambungan tata kelola dan memperkuat kualitas tridarma menuju kampus berkelas dunia (World Class University).
Rektor IPB terpilih dijadwalkan dilantik oleh MWA pada 11 Desember 2025.

Red

Berita Terkait

Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar
Perempuan Muda Asal Bogor, Gisya Anelissia Milda Siap Bawa Nama Indonesia ke Panggung Internasional Lewat ARICE 2026
Kembangkan Drone Otonom Bernama SkyFast, Mahasiswa UPER Raih Penghargaan Bergengsi di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura
Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk
Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia
Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir
Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan
UPER dan PF, Fondasi Pertamina dalam Menjawab Tantangan Transisi Energi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:21 WIB

Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:48 WIB

Perempuan Muda Asal Bogor, Gisya Anelissia Milda Siap Bawa Nama Indonesia ke Panggung Internasional Lewat ARICE 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:03 WIB

Kembangkan Drone Otonom Bernama SkyFast, Mahasiswa UPER Raih Penghargaan Bergengsi di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:02 WIB

Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:19 WIB

Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Berita Terbaru