Temukan Passion di Tengah Ketidakpastian: Simak 3 Tips dari Para Ahli!

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 22:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta  | Mata Pena News – Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) memicu kekhawatiran akan pergeseran lapangan kerja. Data BPS (2024) mencatat 7,20 juta pengangguran terbuka, mayoritas berusia 15–24 tahun

Dengan lulusan pendidikan tinggi yang menganggur meningkat dari 5,52% (2023) menjadi 5,63% (2024).

Sementara itu, sektor formal hanya menyerap 40% tenaga kerja atau sekitar 2 juta orang, sedangkan pekerja informal kini mendominasi hingga 60%, mencerminkan ketidakstabilan dunia kerja yang semakin kompleks.

Sebagai kelompok yang paling terdampak oleh ketidakpastian pasar tenaga kerja, Generasi Z dituntut untuk lebih adaptif, kreatif,

Dan memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi tekanan serta persaingan sosial. Sebagaimana dikataan oleh Samanta Elsener, psikolog klinis dan praktisi kesehatan mental

Serta Didiet Maulana, desainer dan pengusaha di bidang fashion yang dikenal melalui brand IKAT Indonesia., dalam seminar bertemakan “From Vision to Reality: Empowering Creative Minds to Solve Global Challenges” yang diselenggarakan oleh BUNDlife, bekerja sama dengan Prodi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) (31/1).

Mengambil Seluruh Peluang yang Datang
Tumbuh di era disrupsi teknologi membuat Generasi Z lebih adaptif dan proaktif, termasuk dalam memandang pekerjaan.

Jika dulu kesuksesan identik dengan pekerjaan formal, kini mereka lebih memilih jalur fleksibel seperti bisnis digital dan gig economy. Dengan akses teknologi yang luas, Generasi Z leluasa berinovasi dan menggali potensi di luar jalur konvensional.

Meski tidak berlatar belakang sebagai desainer, Didiet Maulana sukses membangun karier di industri fashion melalui IKAT Indonesia. Berawal dari arsitektur, Didiet mengeksplorasi berbagai bidang sebelum menemukan passion-nya.

Baca Juga:  Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026 Dorong Klinik Aesthetic Indonesia Naik Level: Dari Clinical Excellence hingga AI-Powered Growth

“Perjalanan saya tidak instan. Dengan mencoba berbagai bidang, saya semakin mengenali diri dan menemukan jalur yang paling sesuai,” ungkap Didiet.

Pengalamannya menegaskan bahwa keberanian bereksplorasi adalah kunci dalam menghadapi perubahan dan membangun karier sesuai minat serta potensi diri.

Latihan Berpikir Kreatif dan Solutif
Di era teknologi yang semakin menggantikan tenaga kerja manusia, kemampuan berpikir kreatif dan solutif menjadi semakin krusial

Menurut World Economic Forum (2024), 73% organisasi memprioritaskan keterampilan ini dalam mencari kandidat, karena peranannya yang vital dalam mendorong pertumbuhan dan inovasi perusahaan.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kreativitas tinggi adalah aset berharga dalam kehidupan. Dalam dunia kerja, kemampuan kreatif membedakan karyawan biasa dari yang unggul.

Kreativitas juga membantu dalam pengembangan diri, mengeksplorasi minat, dan mencapai tujuan.

Latih berpikir kreatif dan solutif dengan membaca autobiografi orang lain untuk mendapatkan berbagai sudut pandang,” ujar Samanta Elsener, psikolog klinis yang aktif mengedukasi masyarakat tentang kesehatan mental dan pengelolaan emosi di era digital.

Meningkatkan Kepercayaan Diri
Tumbuh di tengah teknologi dan hidup berdampingan dengan media sosial telah memicu munculnya Fear of Missing Out (FOMO), yang dapat berkontribusi pada memudarnya identitas diri (McKinsey Health Institute, 2023).

Namun, menurut psikolog Samanta Elsener, FOMO tidak selalu berdampak negatif—dengan pendekatan yang tepat, rasa takut tertinggal ini dapat diarahkan ke hal positif, seperti meningkatkan motivasi, memperluas wawasan, dan mendorong individu untuk terus berkembang.

“Saat ini, banyak tren bermunculan di media sosial, dan sering kali kita merasa terdorong untuk selalu up-to-date. Jika tren tersebut bersifat positif, hal ini bisa menjadi peluang untuk pengembangan diri.

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Pada dasarnya, kita tidak berlomba untuk mengalahkan orang lain, tetapi untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Oleh karena itu, pastikan setiap langkah yang kita ambil memberikan dampak positif bagi diri dan masyarakat,” jelas Samanta.

Senada dengan hal itu, Didiet Maulana menekankan pentingnya mengenali diri sendiri dalam menghadapi arus tren yang terus berubah.

“Jangan takut untuk mengeksplorasi minat dan potensi yang kita miliki. Media sosial memang bisa menjadi inspirasi, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri

Temukan apa yang benar-benar membuat kita bahagia dan jadikan itu sebagai pijakan untuk berkembang,” ujar Didiet.

Dihadiri peserta dari berbagai jurusan, seminar BUNDLife bekerja sama dengan Prodi Komunikasi UPER menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi diri dan membangun pola pikir sehat di era digital

Peserta mengikuti diskusi dengan psikolog dan praktisi industri mengenai kesehatan mental, pengelolaan stres, dan dampak media sosial terhadap identitas diri.

Melalui seminar ini, BUNDLife membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan dunia modern dengan lebih percaya diri dan tangguh.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB