Sulap Lumpur Lapindo Jadi Air Bersih, Mahasiswa Universitas Pertamina Hadirkan “Lambo Jernih” Ramah Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News — Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, pada 2006—yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo—meninggalkan dampak berkepanjangan: permukiman dan infrastruktur terendam, lahan produktif hilang, hingga relokasi ribuan warga. Hingga kini, jutaan meter kubik material lumpur masih menumpuk dan menjadi tantangan pengelolaan pascabencana. Selain kerugian sosial-ekonomi, residu lumpur dan perubahan kualitas lingkungan turut menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu air dan tanah di kawasan terdampak.

Riset BPS (2024) dan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur mencatat sebagian besar air tanah di Sidoarjo mengandung besi (Fe) dan mangan (Mn) melebihi baku mutu, yang berisiko pada kesehatan kulit, organ vital, dan perkembangan kognitif. Sementara itu, WRI (2023) memproyeksikan Indonesia akan menghadapi kelangkaan air bersih pada 2050 dengan status medium water stress, diperparah oleh pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kemarau, dan pencemaran. Kondisi ini menuntut hadirnya teknologi penyaring air yang efektif sekaligus mampu memanfaatkan limbah pascabencana seperti Lumpur Lapindo.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan Lambo Jernih, purwarupa filter air berbahan dasar Lumpur Lapindo yang mampu menyisihkan logam berat dari air. Inovasi ini digagas oleh M. Afrizal Ichwanul Ulum, M. Adli Danica, M. Karunia Vivaldi, dan Achmad Fauzi.

Baca Juga:  TP PKK Jepara Teken Kerja Sama dengan DLH, Diskominfo dan BAZNAS di Pendapa Kartini

Lumpur Lapindo terlebih dahulu diolah agar efektif menyaring logam berat melalui aktivasi kimia menggunakan larutan NaOH untuk membuka pori-pori material dan aktivasi fisik melalui kalsinasi atau pemanasan suhu tinggi untuk membersihkan zat pengotor. Hasil uji laboratorium menunjukkan media ini mampu mengurangi kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air. Lambo Jernih tersusun dari lapisan karbon aktif, serbuk keramik, lumpur teraktivasi, dan kerikil, dirancang tanpa listrik, tanpa bahan kimia tambahan, serta mudah dirawat.

“Sejak bencana Lumpur Lapindo, jutaan meter kubik material tersisa tanpa pemanfaatan optimal dan menjadi pencemar lingkungan. Riset kami menemukan bahwa lumpur ini berpotensi sebagai media penyaring air dan logam berat. Dengan harga sekitar Rp687.500 per unit dan biaya perawatan hanya Rp1 juta untuk 5–10 tahun, teknologi ini menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus terjangkau bagi masyarakat,” ujar Afrizal.

Saat ini, purwarupa Lambo Jernih telah dikembangkan dan akan segera diuji coba pada masyarakat di wilayah Sidoarjo, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun komunal. Dengan target awal 250 pengguna aktif, Afrizal berharap teknologi ini dapat menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan air rumah tangga yang tercemar.

Baca Juga:  NGOPI BARENG DI DESA BULAK BARU KEDUNG JEPARA - BUPATI WITIARSO UTOMO DAN SEKDA HADIR, SERAP ASPIRASI WARGA LANGSUNG!

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6: Air Bersih dan Sanitasi, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menyampaikan apresiasi atas karya mahasiswa ini.

“Pembelajaran di UPER dirancang dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. UPER juga berhasil meraih peringkat ke-25 nasional dalam THE Impact Rankings, pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai komitmen pada pendidikan berkelanjutan. Lambo Jernih menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan global air bersih, sekaligus memperkuat capaian tertinggi UPER di SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi,” tutur Prof. Wawan.

Ingin menjadi bagian dari generasi inovator yang mampu menciptakan solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat? Daftarkan diri Anda di Universitas Pertamina dan wujudkan ide menjadi karya yang berdampak. Informasi pendaftaran tersedia di www.universitaspertamina.ac.id.

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB