Buruh Tambang Bogor Sumedang Cirebon Demo di Gedung Sate Tuntut Kejelasan Nasib

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung | Mata Pena News – Ratusan pekerja tambang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Jumat (6/2/2026). Mereka membawa dump truk sebagai bentuk protes atas nasib mereka yang terkatung-katung sejak aktivitas pertambangan dihentikan sementara.

Para pekerja ini datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor, seperti Cigudeg, Rumpin, hingga Parungpanjang. Kedatangan mereka bahkan sempat memblokir ruas Jalan Diponegoro dan mengepung gerbang utama Gedung Sate.

Dalam aksi tersebut, para pekerja menyuarakan keresahan mereka terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menghentikan sementara aktivitas pertambangan sejak September 2025.

Kebijakan yang awalnya disebut sementara ini dinilai tidak pernah memberikan kejelasan lebih lanjut, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi ribuan pekerja di sektor pertambangan. Massa aksi mendesak agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau perwakilan dari Pemprov Jabar menemui mereka secara langsung.

Baca Juga:  Bupati Rudy Susmanto: Pemkab Bogor Perkuat Sinergi dengan TNI Percepat Pembangunan

“Gubernur, wakil gubernur, minimal sekda turun ke bawah. Kita hanya ingin berdiskusi,” ujar koordinator aksi Yadi Suryadi.

Yadi menegaskan bahwa penghentian aktivitas tambang yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan telah berdampak besar pada kehidupan para buruh. “Katanya sementara, tapi tidak ada kejelasan sementara itu sampai kapan. Itu yang menjadi pertanyaan masyarakat,” ujarnya.

Dampak Penghentian Tambang
Menurut Yadi, kebijakan penghentian tambang tidak hanya merugikan buruh tambang, tetapi juga pengusaha dan masyarakat di sekitarnya. Ia bahkan berpendapat bahwa kondisi ini justru menguntungkan pihak luar Jawa Barat karena kebutuhan material bangunan harus dipasok dari daerah lain.

Dampak lainnya juga mulai dirasakan di pasar. Harga bahan material bangunan di Jawa Barat dilaporkan melonjak tajam akibat terhentinya produksi tambang lokal.

“Harga bahan material bisa naik sampai dua kali lipat. Ini jelas menghambat pembangunan,” tuturnya.

Melalui aksi ini, para pekerja tambang menuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memberikan kepastian kebijakan dan jaminan hukum bagi usaha pertambangan yang telah memiliki izin resmi.

Baca Juga:  Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Mereka menuntut kejelasan bagi perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP), Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB), maupun yang sedang dalam proses perpanjangan izin.

Tabel: Daftar Dampak Penghentian Tambang
Berikut adalah rangkuman dampak yang dirasakan akibat penghentian aktivitas pertambangan di Jawa Barat menurut para pengunjuk rasa:

Aksi Berlanjut
Aksi di Gedung Sate ini dipastikan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Yadi menyatakan bahwa massa dari berbagai daerah lain akan terus berdatangan untuk menyampaikan tuntutan yang serupa.

“Dari aliansi semua. Ini datang dari Bogor, dari Subang, dari Padalarang, dan dari daerah lainnya. Dan kita akan terus berdatangan, karena di sini banyak, selain masyarakat yang terdampak,” pungkasnya

Red

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB