Redaksi Berkisah,
Kisah Sahabat Rasulullah SAW
Abbas bin Ubadah bin Nahdhah
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Dalam lembaran sejarah Islam yang penuh cahaya, terdapat sosok-sosok mulia yang sering terlupakan dari ingatan umat. Salah satunya adalah Abbas bin Ubadah bin Nahdhah, seorang tokoh terkemuka dari suku Khazraj, kaum Anshar di Yatsrib (kini Madinah), yang memiliki andil besar dalam perjuangan awal dakwah Rasulullah SAW.
Abbas bin Ubadah termasuk generasi pertama penduduk Madinah yang memeluk Islam. Ia hadir dalam peristiwa bersejarah Bai’at Aqabah Kedua, perjanjian rahasia antara Rasulullah SAW dan 73 laki-laki serta 2 perempuan dari Yatsrib yang berikrar setia untuk melindungi dan menolong beliau, sebagaimana mereka melindungi keluarga dan harta mereka sendiri.
Dalam peristiwa tersebut, Abbas bin Ubadah tampil sebagai sosok yang berani dan vokal. Dialah yang, dengan semangat membara, berdiri di hadapan kaumnya dan berkata:
> “Wahai kaum Khazraj! Tahukah kalian untuk apa kalian berikrar kepada lelaki ini (Rasulullah SAW)? Kalian berikrar untuk memeranginya siapa pun dari kalangan manusia. Jika kalian ragu akan kesetiaan kalian, tinggalkanlah sekarang juga. Namun jika kalian yakin akan menunaikannya, maka demi Allah, ini adalah kebaikan dunia dan akhirat!”
Kata-kata itu menunjukkan kejelian pandangan Abbas. Ia tak ingin kaumnya berjanji tanpa memahami konsekuensi jihad dan pengorbanan. Ia menginginkan keikhlasan dan kesiapan, bukan hanya semangat sesaat. Rasulullah SAW sendiri menyaksikan semangat Abbas bin Ubadah dan menyetujuinya dengan bijak.
Setelah hijrah Nabi ke Madinah, Abbas bin Ubadah menjadi bagian dari komunitas Muslim yang membangun tatanan masyarakat Islam pertama di bawah bimbingan langsung Rasulullah SAW. Namun takdir berkata lain—tak lama setelah peristiwa hijrah, Abbas wafat di Madinah. Ia tidak sempat menyaksikan seluruh rangkaian perjuangan umat Islam yang ia bantu pondasi.
Meski demikian, kontribusi dan keberaniannya dalam Bai’at Aqabah menjadi bukti nyata bahwa dirinya adalah batu fondasi dalam bangunan besar Islam.
Semoga Allah SWT merahmati Abbas bin Ubadah bin Nahdhah. Namanya mungkin tidak sering disebut, namun perannya sangat berarti dalam sejarah kebangkitan umat.
Salam hormat,
Tim Redaksi Mata PenaNews











