Fokus Studi Keagamaan Jadi Embrio, IAI Al-Irsyad Bersiap Transformasi Jadi Universitas dan Pusat Peradaban

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA | Mata Pena News – Institut Agama Islam (IAI) Al-Irsyad berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Pada awal pendiriannya ini, kampus Islam tersebut sengaja menitikberatkan fokusnya pada penguatan program studi (prodi) berbasis keagamaan sebagai fondasi utama atau embrio institusi.

​Rektor IAI Al-Irsyad, Abdul Aziz Ibrahim, mengungkapkan bahwa saat ini program studi yang tersedia dirancang untuk memperkuat akar ilmu keislaman dan pendidikan masyarakat.

​”Saat ini di awal pendirian IAI Al-Irsyad, kita memang masih fokus pada studi keagamaan. Ada Ekonomi Syariah, ada Pendidikan Guru MI (PGMI), lalu kemudian ada Pendidikan Bahasa Arab. Tentu saja itu sebagai embrio lahirnya Institut Agama Islam Al-Irsyad,” kata Abdul Aziz.

 

Menuju Universitas yang Heterogen

​Meski mengawali langkah dari prodi keagamaan, IAI Al-Irsyad sudah mengantongi peta jalan (roadmap) yang matang untuk memperluas cakupan disiplin ilmunya.

Menangkap arahan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, pihak kampus bersiap melakukan transformasi besar untuk mengubah status institut menjadi universitas.

​Dengan perubahan status tersebut, nantinya prodi-prodi yang ditawarkan akan jauh lebih beragam dan heterogen, tidak hanya terbatas pada studi agama, namun tetap membawa nilai-nilai luhur keislaman.

​”Semangatnya adalah semangat Islam, modernitas, lalu kemudian wawasan global. Jadi insyaallah kita punya roadmap yang cukup jelas, yang cukup matang, menjadikan Al-Irsyad tidak hanya sebagai institut, tidak hanya sebagai universitas, tapi juga sebagai pusat peradaban atau Center of Excellence,” tambah Rektor.

Baca Juga:  Warga Sidomulyo Laporkan Dugaan Pungutan dan Penyimpangan Dana di SDN 1 Sidomulyo

​Selain pengembangan variasi program studi, arah kurikulum dan materi pembelajaran di IAI Al-Irsyad juga ditekankan untuk membentuk karakter lulusan yang terbuka (inklusif) sesuai dengan pesan Menteri.

Kampus diharapkan mampu melahirkan sarjana yang membawa misi Rahmatan lil ‘Alamin.

​Tantangan zaman yang dinamis di sektor sosial, ekonomi, hingga politik menuntut lulusan setiap prodi di IAI Al-Irsyad memiliki daya saing tinggi.

​”Harapan Pak Menteri bagaimana nanti lulusan Al-Irsyad itu bisa tidak hanya menjadi bekal ilmu pengetahuan agama, tapi mampu menjawab tantangan-tantangan zaman tersebut,” pungkas Abdul Aziz.

​Melalui kombinasi prodi keagamaan yang kuat saat ini serta rencana ekspansi prodi umum di masa depan, IAI Al-Irsyad membidik target pasar yang luas, tidak hanya untuk masyarakat di wilayah Jabodetabek, tetapi juga di kancah nasional hingga internasional.

Ketua Yayasan Bina Ilmu Irsyadi, Ali Saman Hasan menjelaskan, IAI Al-Irsyad Jakarta berdiri di bawah DPP Perhimpunan Al-Irsyad Jakarta.

Kampus modern ini didirikan untuk memenuhi cita-cita ribuan alumni Pesantren Islam Al-Irsyad Jakarta serta alumni pesantren lainnya.

“Adanya keresahan terhadap banyaknya lulusan perguruan tinggi Islam saat ini yang dinilai belum siap bersaing di kancah global,” kata Ali.

Baca Juga:  Bantahan Eggi Sudjana Terkait Tuduhan Mengakui Keaslian Ijazah Jokowi dan Isu Permintaan Maaf

“Perlunya institusi yang mampu menjawab tantangan globalisasi dan dampak perkembangan teknologi terhadap dunia pendidikan Islam,” sambungnya.

Menurut Ali, IAI Al-Irsyad Jakarta berkomitmen untuk melahirkan alumni yang memiliki paket komplit, yakni religius, modern, dan kepemimpinan.

Selain itu, para alumninya diharapkan mampu menjawab krisis kepemimpinan umat yang saat ini dinilai mulai absen dari nilai-nilai pendidikan Islam.

“Kampus berwawasan global ini dipersembahkan sebagai “hadiah” bagi kaum muslimin di Jabodetabek maupun seluruh Nusantara,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor IAI Al-Irsyad Jakarta, Abdul Aziz Ibrahim fokus utama perguruan tinggi yang dipimpin pada program studi keagamaan.

Saat ini IAI Al-Irsyad memiliki tiga program studi, yaitu Ekonomi Syariah, Pendidikan Guru MI (PGMI), dan Pendidikan Bahasa Arab.

“Ketiga prodi saat ini dianggap sebagai embrio,” kata Aziz.

Menanggapi arahan dari Menteri, IAI Al-Irsyad memiliki target jangka panjang untuk bertransformasi menjadi universitas dengan jurusan dan program studi yang lebih beragam.

Aziz menambahkan, pengembangan institusi ini mengusung tiga pilar utama, yaitu semangat Islam, modernitas, dan wawasan global.

Kampus telah memiliki roadmap yang matang tidak hanya untuk menjadi institut atau universitas, tetapi juga ditargetkan menjadi pusat peradaban bagi masyarakat muslim.

“Target kontribusi dan pengakuan IAI Al-Irsyad mencakup wilayah regional Jabodetabek, nasional, hingga tingkat internasional,” pungkasnya.

Suworo

Berita Terkait

WAKO PRABUMULIH TEGASKAN DARAH DONOR JANGAN DIPERJUALBELIKAN: PMI HARUS PROFESIONAL DAN BERPIHAK PADA MASYARAKAT
Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan, SDN 1 Panggung Harjo Diduga Lakukan Pungli dan Penyimpangan Anggaran
Mutiara Hikmah BES :Tadabbur JUBEDIL QS. Fatir Ayat 1–2 ‘Jangan ngais jadi Tuhan, Kau cuma Utusan”
Aklamasi di Munas XVIII HIPMI, Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai Pengusaha Muda Indonesia hingga 2029
Mutiara Hikmah BES :Menyelamatkan Satu Jiwa, Menyelamatkan Seluruh Manusia
Warga Sidomulyo Laporkan Dugaan Pungutan dan Penyimpangan Dana di SDN 1 Sidomulyo
Reses Anggota DPRD Provinsi Doni Maradona Hutabarat Serap Aspirasi Warga Desa Cilebut Timur
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pertamina EP Zona 4 Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Muara Enim dan Prabumulih
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:17 WIB

WAKO PRABUMULIH TEGASKAN DARAH DONOR JANGAN DIPERJUALBELIKAN: PMI HARUS PROFESIONAL DAN BERPIHAK PADA MASYARAKAT

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:50 WIB

Fokus Studi Keagamaan Jadi Embrio, IAI Al-Irsyad Bersiap Transformasi Jadi Universitas dan Pusat Peradaban

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:18 WIB

Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan, SDN 1 Panggung Harjo Diduga Lakukan Pungli dan Penyimpangan Anggaran

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:33 WIB

Mutiara Hikmah BES :Tadabbur JUBEDIL QS. Fatir Ayat 1–2 ‘Jangan ngais jadi Tuhan, Kau cuma Utusan”

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:54 WIB

Aklamasi di Munas XVIII HIPMI, Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai Pengusaha Muda Indonesia hingga 2029

Berita Terbaru