Redaksi Berkisah Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Sayyidina Utsman bin Affan RA

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksi Berkisah
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Sayyidina Utsman bin Affan RA

Oleh: Rudi Irawan
Di antara para sahabat Rasulullah SAW, nama Sayyidina Utsman bin Affan RA menempati posisi yang sangat istimewa. Beliau bukan hanya dikenal sebagai sahabat yang kaya raya, tetapi juga sebagai pribadi yang lembut, pemalu, dermawan, dan memiliki keteguhan iman yang luar biasa. Kehidupannya menjadi bukti bahwa kekayaan dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT apabila digunakan di jalan yang benar.
Utsman bin Affan RA lahir sekitar tahun 576 M dari keluarga terpandang Bani Umayyah, salah satu kabilah terhormat dari suku Quraisy di Makkah. Sejak muda, beliau dikenal memiliki akhlak yang baik. Di tengah masyarakat Arab yang masih dipenuhi berbagai tradisi jahiliah, Utsman tetap menjaga kehormatan dirinya. Ia tidak pernah menyembah berhala dan menjauhi kebiasaan buruk yang lazim dilakukan sebagian masyarakat pada masa itu.
Ketika Rasulullah SAW mulai menyampaikan risalah Islam secara sembunyi-sembunyi, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA mengajak Utsman untuk memeluk agama Allah. Tanpa ragu dan tanpa banyak pertimbangan, Utsman menerima ajakan tersebut. Ia menjadi salah satu orang pertama yang masuk Islam. Keputusan itu tentu tidak mudah, sebab menerima Islam pada masa awal berarti siap menghadapi tekanan, cemoohan, bahkan ancaman dari kaum Quraisy.
Namun, Utsman tetap teguh. Keimanan yang telah bersemi di hatinya membuat segala ujian terasa ringan. Rasulullah SAW sangat menghargai ketulusan dan kesetiaan sahabatnya ini. Bahkan, beliau menikahkan putri beliau, Ruqayyah RA, dengan Utsman. Ketika Ruqayyah wafat, Rasulullah SAW kemudian menikahkan putri beliau yang lain, Ummu Kultsum RA, dengan Utsman. Karena mendapat kehormatan menikahi dua putri Rasulullah SAW, Utsman memperoleh gelar Dzun Nurain, yang berarti “Pemilik Dua Cahaya”.
Salah satu sifat paling menonjol dari Utsman bin Affan RA adalah kedermawanannya. Harta yang dimilikinya tidak pernah membuatnya terikat pada dunia. Sebaliknya, ia menjadikan kekayaannya sebagai alat untuk membantu perjuangan Islam. Ketika kaum Muslimin mengalami kesulitan mendapatkan air di Madinah, terdapat sebuah sumur milik seorang Yahudi yang menjual air dengan harga mahal. Melihat kondisi tersebut, Utsman membeli sumur itu dengan hartanya sendiri lalu mewakafkannya untuk kepentingan umat Islam. Sumur tersebut dikenal sebagai Sumur Ruumah dan menjadi salah satu amal jariyah yang terus dikenang hingga kini.
Kedermawanan Utsman juga tampak pada peristiwa Persiapan Perang Tabuk. Saat itu, kondisi umat Islam sangat sulit. Rasulullah SAW mengajak para sahabat untuk menyumbangkan harta demi membiayai pasukan. Utsman tampil sebagai penyumbang terbesar. Ia menyerahkan ratusan ekor unta lengkap dengan perlengkapannya serta sejumlah besar emas. Melihat pengorbanan tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada lagi yang dapat membahayakan Utsman setelah apa yang dilakukannya pada hari itu. Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar penghargaan Rasulullah terhadap keikhlasan sahabatnya.
Selain dermawan, Utsman dikenal sangat pemalu. Bahkan Rasulullah SAW pernah menyebut bahwa para malaikat pun merasa malu kepada Utsman. Rasa malu yang dimilikinya bukanlah kelemahan, melainkan cerminan kesucian hati dan ketakwaan. Ia selalu menjaga perilaku, perkataan, dan sikapnya agar tidak menyakiti orang lain maupun melanggar ajaran Allah SWT.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Utsman tetap menjadi sosok penting dalam kehidupan umat Islam. Ia mendampingi pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA. Ketika Umar wafat, musyawarah para sahabat akhirnya memilih Utsman sebagai khalifah ketiga umat Islam.
Masa kepemimpinan Utsman bin Affan RA berlangsung selama dua belas tahun dan menjadi salah satu periode penting dalam sejarah Islam. Di bawah kepemimpinannya, wilayah Islam berkembang sangat luas, mencapai berbagai kawasan baru di Asia dan Afrika. Kemajuan ekonomi juga dirasakan masyarakat karena stabilitas pemerintahan yang terjaga.
Salah satu jasa terbesar Utsman bin Affan RA adalah penyusunan dan standarisasi mushaf Al-Qur’an. Seiring meluasnya wilayah Islam, muncul perbedaan cara membaca Al-Qur’an di berbagai daerah. Untuk menjaga kemurnian kitab suci, Utsman membentuk tim yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit RA guna menyalin mushaf berdasarkan naskah yang telah dihimpun pada masa Abu Bakar RA. Mushaf tersebut kemudian diperbanyak dan dikirim ke berbagai wilayah Islam. Berkat kebijakan inilah umat Islam hingga hari ini memiliki bacaan Al-Qur’an yang terjaga keseragamannya.
Namun, pada masa akhir pemerintahannya, muncul berbagai fitnah dan gejolak politik yang dipicu oleh pihak-pihak yang tidak menyukai persatuan umat Islam. Berbagai tuduhan diarahkan kepada Utsman. Meskipun demikian, beliau memilih bersabar dan menghindari pertumpahan darah sesama Muslim. Ketika rumahnya dikepung oleh pemberontak, banyak sahabat ingin membelanya dengan kekuatan senjata. Akan tetapi, Utsman menolak karena tidak ingin konflik tersebut menelan korban lebih banyak.
Dalam keadaan berpuasa dan sedang membaca Al-Qur’an, Utsman bin Affan RA akhirnya syahid pada tahun 656 M. Darah beliau dikisahkan menetes pada mushaf yang sedang dibacanya. Peristiwa itu menjadi salah satu tragedi besar dalam sejarah Islam, tetapi sekaligus menunjukkan keteguhan seorang pemimpin yang lebih memilih mengorbankan dirinya daripada melihat umat Islam saling membunuh.
Kisah hidup Sayyidina Utsman bin Affan RA mengajarkan banyak nilai luhur. Ia menunjukkan bahwa kekayaan bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan di sisi Allah. Ia membuktikan bahwa seorang pemimpin harus mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi. Ia juga memberikan teladan tentang kesabaran, kelembutan, dan pengorbanan yang tulus.
Di tengah kehidupan modern yang sering diwarnai persaingan dan kecintaan berlebihan terhadap dunia, sosok Utsman bin Affan RA hadir sebagai inspirasi. Kekayaannya tidak menjadikannya sombong, kekuasaannya tidak membuatnya lalim, dan ujian yang menimpanya tidak menggoyahkan imannya. Itulah sebabnya nama beliau tetap dikenang sebagai salah satu manusia terbaik yang pernah hidup di muka bumi.
Semoga kisah Sayyidina Utsman bin Affan RA dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa memperkuat iman, memperbanyak amal kebajikan, serta menjaga persatuan umat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh beliau. Aamiin.

Berita Terkait

Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Infrastruktur Kabupaten Bogor Tuai Apresiasi
Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON
Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Bupati Cup 2026: Biliar Jadi Ajang Bangun Solidaritas dan Cetak Atlet Berprestasi
WAKO PRABUMULIH TEGASKAN DARAH DONOR JANGAN DIPERJUALBELIKAN: PMI HARUS PROFESIONAL DAN BERPIHAK PADA MASYARAKAT
Fokus Studi Keagamaan Jadi Embrio, IAI Al-Irsyad Bersiap Transformasi Jadi Universitas dan Pusat Peradaban
Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan, SDN 1 Panggung Harjo Diduga Lakukan Pungli dan Penyimpangan Anggaran
Mutiara Hikmah BES :Tadabbur JUBEDIL QS. Fatir Ayat 1–2 ‘Jangan ngais jadi Tuhan, Kau cuma Utusan”
Aklamasi di Munas XVIII HIPMI, Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai Pengusaha Muda Indonesia hingga 2029
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:54 WIB

Redaksi Berkisah Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Sayyidina Utsman bin Affan RA

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:14 WIB

Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Infrastruktur Kabupaten Bogor Tuai Apresiasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:59 WIB

Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:30 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Bupati Cup 2026: Biliar Jadi Ajang Bangun Solidaritas dan Cetak Atlet Berprestasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:50 WIB

Fokus Studi Keagamaan Jadi Embrio, IAI Al-Irsyad Bersiap Transformasi Jadi Universitas dan Pusat Peradaban

Berita Terbaru