Pemerhati Kebijakan Pemerintah Satria Angkat Bicara Soal Dugaan Pungli oleh Oknum Organda

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor | Mata Pena News – Menanggapi video viral yang menampilkan kesaksian salah satu ketua Kelompok Aksi KKSU Sopir Angkot di hadapan Gubernur Jawa Barat terkait dugaan pemotongan uang oleh oknum yang mengatasnamakan Organda,yang berinisial (Ha)

Pemerhati kebijakan pemerintah, Satria, menyatakan bahwa praktik semacam itu mencederai semangat reformasi dalam pelayanan publik dan sektor transportasi.

“Jika benar oknum Organda  Berinisial (Ha) meminta sopir mengumpulkan uang tanpa dasar hukum yang jelas, maka itu sudah termasuk dalam kategori pungutan liar,” ujar Satria. kepada awak media Kamis (10/4/2025)

Baca Juga:  Atasi Kekeringan, PKK Jepara Bersama BPBD Salurkan 4.000 Liter Air Bersih ke Desa Banjaran

“Organda seharusnya menjadi mitra pembina, bukan pihak yang melakukan intimidasi terhadap sopir.”tegasnya

Ia menilai pengakuan langsung dalam video tersebut menunjukkan adanya tekanan sistemik dan lemahnya pengawasan dalam pengelolaan organisasi transportasi.

Satria menekankan bahwa pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus menindaklanjuti temuan tersebut dengan serius. “Gubernur sudah turun langsung ke lapangan. Ini harus menjadi momentum untuk bersih-bersih. Tidak cukup hanya dengan teguran, tetapi perlu dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh bentuk iuran dan pungutan yang terjadi di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga:  tes

Kabar nya oknum inisial (Ha) juga rangkap jabatan sebagai pengurus selain di kabupaten bogor juga Pengurus organda kota Bigor

“Hal ini Harus menjadi perhatian dan evaluasi baik Organda kabupaten Bogor maupun kota Bogor, ” lanjut Satria

Ia juga mendorong Organda untuk melakukan pembenahan internal serta membuka ruang pengaduan yang aman dan transparan bagi para anggotanya.

“Jika Organda ingin tetap dipercaya, mereka harus menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan keberpihakan pada para sopir, bukan pada segelintir elit pengurus,” tutup Satria.

 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB