Longsor Maut Terjang Cisarua, Puluhan Korban Dievakuasi, Warga Masih Diliputi Trauma

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | Mata Pena News Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berujung petaka. Tanah longsor terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, menimbun rumah-rumah warga dan merenggut puluhan nyawa.

Suasana mencekam sudah dirasakan warga sejak Jumat malam. Curah hujan tinggi tak kunjung mereda hingga larut malam. Teti, salah seorang warga Desa Pasirlangu, mengaku mendengar suara gemuruh keras sesaat sebelum longsor terjadi.

“Suaranya seperti helikopter, keras sekali. Saya juga sempat mengira gempa,” ujar Teti dengan suara bergetar.

Tak lama kemudian, tanah di sekitar permukiman bergerak dan menimbun sejumlah rumah. Teti bersyukur keluarganya yang berada dalam satu rumah berhasil menyelamatkan diri. Namun, dua keluarga lain yang masih kerabat dekatnya tertimbun material longsor.

Baca Juga:  Proyek Paving Blok di Kantor Desa Tirto Sari Diduga Tak Sesuai RAB

“Total ada 16 orang dari keluarga kami yang tertimbun. Sampai sekarang baru ditemukan tiga jenazah,” ucapnya lirih. Meski harapan semakin tipis,

Ia tetap berharap anggota keluarganya bisa segera ditemukan.

Hingga Minggu (25/1) pukul 10.39 WIB, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 27 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Sebanyak 11 kantong jenazah dievakuasi pada Sabtu (24/1),

Sementara 16 kantong jenazah lainnya ditemukan pada Minggu (25/1).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, enam jenazah dan satu bagian tubuh telah berhasil diidentifikasi, sementara delapan jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali

Untuk mempercepat proses pencarian, Polri mengerahkan Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri guna membantu penyisiran di area longsor yang sulit dijangkau.

“Pengerahan ini merupakan bagian dari respons cepat Polri dalam misi kemanusiaan serta wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Trunoyudo.

Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan. Sementara itu, warga sekitar dilaporkan mengalami trauma dan masih waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

Red

Berita Terkait

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali
Lansia Hilang Tertimbun Longsor Saat Cari Bambu di Dramaga, BPBD Lakukan Pencarian
Kades Majatra Belum Beri Klarifikasi Soal Proyek Jalan Rp300 Juta, Transparansi Dana Desa Dipertanyakan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:26 WIB

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:27 WIB

Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:03 WIB

Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB

Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:32 WIB

Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia

Berita Terbaru