close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

KPK Hadirkan Saksi-saksi Kasus Ade Yasin Atas Dugaan Suap Auditor BPK

Reporter: Irawan/Billy

Bandung | MATAPENANEWS.comPengadilan Negeri Bandung Tipikor  yang dipimpin Hakim Ketua Hera Kartiningsih mendengarkan saksi-saksi dalam persidangan yang di hadirkan oleh KPK, pada Rabu (3/8/2022) malam.

Saksi-saksi yang dihadirkan oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Diantara nya Burhanudin  (Sekda ), Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teuku Mulya, Sekretaris BPKAD Andri Hardian.

Semua saksi yang di hadirkan   meringankan terdakwa Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin pada perkara dugaan suap auditor BPK.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin yang mementahkan tudingan keterlibatan Ade Yasin dalam dugaan suap untuk memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Secara khusus tidak ada (permintaan khusus dari bupati). Misalnya saya dipanggil empat mata di ruangannya, tidak,” ucap Burhanudin

Ia menyebutkan, Ade Yasin hanya meminta anak buahnya untuk mempertahankan predikat WTP ketika rapat koordinasi evaluasi program dan serapan anggaran di awal tahun.

Baca juga:  Polres Bogor Bersama Mahasiswa Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Kenaikan harga BBM

“Seperti di beberapa kegiatan (rapat koordinasi) disampaikan. Mau WTP atau WDP (wajar dengan pengecualian) kalau ada temuan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) tetap harus ditindaklanjuti,” kata Burhan dalam sidang.

Saksi lainnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teuku Mulya mengatakan  bahwa tanpa ada permintaan Ade Yasin, opini WTP adalah target, karena merupakan indeks kinerja utama (IKU) dan tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) dari BPKAD.

“Intruksi bupati untuk WTP itu memang sudah tertuang di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), Bupati setiap kesempatan pasti mengingatkan BPKAD mampu mempertahankan WTP, karena itu tertuang dalam RPJMD kita,” ujarnya.

Mulya menyebutkan bahwa ia pun baru mengetahui mengenai adanya pemberian sejumlah uang dari terdakwa Ihsan Ayatullah Kasubid Kasda BPKAD kepada BPK.

“Saya waktu dipanggil penyidik kpk dengan ketidaktahuan apa-apa, oh ternyata ada pemberian sejumlah uang untuk BPK. Tidak tahu (uangnya dari siapa),” kata Mulya.

Baca juga:  Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara

Sementara, pengakuan saksi Andri Hadian Sekretaris BPKAD yang menggambarkan dugaan keterlibatkan Ade Yasin berhasil dipatahkan oleh selembar kertas dari kuasa hukum Ade Yasin.

Empat orang lain tersebut yaitu terdakwa Ade Yasin, terdakwa Ihsan Ayatullah Kasubid di BPKAD, Ruli Faturrahman Kasubag Keuangan Sekretariat Daerah (Setda), dan Feri Syafari Kasubid di BPKAD.

“Saya diajak Pak Ihsan bertemu dengan Bu Ade, memperkenalkan Pak Feri sebagai Kasubid baru. Pak Ihsan akan menyampaikan bahwa kondisi keuangan tidak bagus,” kata Andri saat memberi kesaksian sesuai Berita Acara Pemerisaan (BAP).

Kuasa hukum Ade Yasin, Dinalara Butar Butar membantah keterangan tersebut dengan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Feri sebagai Kasubid di BPKAD tertanggal 2 Juni 2021.

Bukti tersebut dianggap Dinalara membantah tuduhan adanya pengkondisian LKPD tahun 2020, karena pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK RI Perwakilan Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Bogor berlangsung pada 21 Mei 2021. Menandakan pemeriksaan sudah selesai sejak Mei 2021.

Baca juga:  Arif Abdi, SH, MH, MM Hadiri Peringatan Hut RI ke-77 Desa Cilebut Timur Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor

Andri lantas tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut setelah adanya bantahan dari kuasa hukum Ade Yasin. Ia bahkan sering kali menyebutkan tidak tahu di persidangan, saat kuasa hukum melontarkan sejumlah pertanyaan.

Reaksi Andri pun membuat Ketua Majelis Hakim, Hera Kartiningsih kesal, karena banyak mengaku tidak tahu meski yang ditanyakan seputar tugasnya sebagai pegawai di BPKAD.

“Saksi ini yang jelas, tahu apa tidak sih,” kata Hera saat mendengarkan keterangan Andri.

Ade Yasin didakwa oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi memberi uang suap Rp1,9 miliar untuk meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Jaksa KPK Budiman Abdul Karib mengatakan uang suap itu diberikan kepada empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga telah menjadi tersangka pada perkara tersebut.

Latest

Polsek Tajurhalang Berikan Bantuan 50 Paket Sembako Kepada Masyarakat

  Depok | Mata Pena News - Tajurhalang, 29 Mei...

Polsek Rumpin Bersama Instansi Terkait,lakukan Investigasi Cek TKP Kebakaran Rumah Warga di desa Mekarsari Kecamatan Rumpin

Rumpin | Mata Pena News -  Sebuah kebakaran hebat...

Polsek Cariu Ambil Langkah Tindakan Kepolisian Amankan Lima Pelajar Dalam Aksi Tawuran di Wilayah Cariu

Bogor | Mata Pena News -  terjadi tawuran antara...

Newsletter

Don't miss

Polsek Tajurhalang Berikan Bantuan 50 Paket Sembako Kepada Masyarakat

  Depok | Mata Pena News - Tajurhalang, 29 Mei...

Polsek Rumpin Bersama Instansi Terkait,lakukan Investigasi Cek TKP Kebakaran Rumah Warga di desa Mekarsari Kecamatan Rumpin

Rumpin | Mata Pena News -  Sebuah kebakaran hebat...

Polsek Cariu Ambil Langkah Tindakan Kepolisian Amankan Lima Pelajar Dalam Aksi Tawuran di Wilayah Cariu

Bogor | Mata Pena News -  terjadi tawuran antara...

Kapolres Metro Depok Terjun Langsung Pimpin Patroli Gabungan Guna Mencegah Tindak Kejahatan

Depok | Mata Pena News -  Dalam upaya meningkatkan...

Polsek Tajurhalang Berikan Bantuan 50 Paket Sembako Kepada Masyarakat

  Depok | Mata Pena News - Tajurhalang, 29 Mei 2024 - Polsek Tajurhalang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan memberikan bantuan berupa 50 paket...

Sinergitas antara TNI POLRI  Wilayah Hukum Polsek Cijeruk ,Cek Pos Pengamanan Desa dan Berikan Himbauan Kamtibmas 

Bogor | Mata Pena News - Sinergitas TNI dan Polri Polsek Cijeruk melalui Bhabinkamtibmas Brigadir Muhamad Yani bersama Babinsa Sertu M Yusuf melaksanakan kegiatan...

Polsek Rumpin Bersama Instansi Terkait,lakukan Investigasi Cek TKP Kebakaran Rumah Warga di desa Mekarsari Kecamatan Rumpin

Rumpin | Mata Pena News -  Sebuah kebakaran hebat melanda rumah milik seorang warga bernama Jurjani di Kampung Kemang RT 02 RW 04 Desa...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini