Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Pembentukan Kampung Pakuan di Kota Bogor pada HJB Ke 543

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 16:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bogor | Mata Pena News — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan pembentukan Kampung Pakuan di Kota Bogor sebagai upaya pelestarian nilai sejarah dan peradaban masa lalu Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Usulan tersebut disampaikan usai Dedi menghadiri rapat paripurna peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (3/6/2025). Ia didampingi oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

> “Kota Bogor merupakan kota yang memiliki nilai sejarah yang sangat kuat, dan bukti-bukti sejarahnya masih kokoh. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikannya,” ujar Dedi dalam keterangan kepada awak media.

Baca Juga:  18 Pejabat Dilantik Prabowo, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Baru

Menurutnya, penguatan identitas historis Bogor dapat diwujudkan melalui penataan ruang yang berorientasi pada lingkungan dan nilai budaya. Ia juga menyoroti kepedulian Wali Kota Bogor terhadap isu lingkungan dengan menerapkan konsep Tri Tangtu dalam pembangunan.

> “Karena Pak Wali Kota konsen terhadap lingkungan dengan konsep Tri Tangtu, kita bisa memperkuat tata bangunan agar arsitekturnya sesuai dengan lingkungan dan mencerminkan peradaban masa lalu,” jelas Dedi.

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
foto sidang Paripurna DPRD kota Bogor  pada HJB Ke 543  (foto dok Rudy) 

 

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengajak Wali Kota Bogor untuk menelusuri kembali titik awal berdirinya Kerajaan Pakuan Pajajaran guna dijadikan lokasi pembangunan Kampung Pakuan.

> “Saya mengusulkan agar lokasi berdirinya Pakuan Pajajaran dijadikan kawasan tematik Kampung Pakuan, lengkap dengan elemen sejarah dan peradaban yang otentik,” tambahnya.

Gagasan ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi wisata budaya yang memperkuat identitas Kota Bogor sebagai pusat sejarah dan peradaban Sunda.

Red

 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB