Mata Pena News –Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor berhasil mencatatkan angka kunjungan wisatawan yang mengesankan sepanjang tahun 2024.
Lebih dari 6 juta para wisatawan datang untuk menikmati berbagai daya tarik yang ditawarkan, dengan peningkatan 12,5% dibandingkan tahun lalu
Iceu Pujiati Kepala Dinas menuturkan total kunjungan wisatawan dari Januari hingga November 2024 mencapai 6.394.031 orang. Angka ini mencakup wisatawan yang mengunjungi akomodasi hotel, daya tarik wisata, restoran, dan tempat hiburan.
“Alhamdulillah, total kunjungan dari wisatawan terhadap akomodasi hotel dan daya tarik wisata sudah mencapai lebih dari 6 juta. Angka ini belum termasuk kunjungan pada bulan Desember yang bersamaan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujar Iceu.
Mayoritas wisatawan datang ke Kota Bogor untuk tujuan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Selain itu, Kebun Raya Bogor, wisata alam di Mulyaharja, dan wisata kuliner menjadi destinasi favorit lainnya.
Secara rinci, jumlah kunjungan dibagi sebagai berikut
Akomodasi hotel: 2,9 juta orang
Daya tarik wisata: 2,4 juta orang
Restoran dan tempat hiburan: 1,8 juta orang
Meski didominasi oleh wisatawan nusantara (wisnus),
Tercatat pula kunjungan 1.447 wisatawan mancanegara dimana Negara Malaysia sebagai penyumbang terbesar. Wisatawan domestik terutama berasal dari Jadetabek dan Bandung.
Iceu menyoroti keunikan Kota Bogor sebagai kota industri MICE, di mana hotel sering kali penuh bahkan pada hari kerja.
Hal ini membedakan Bogor dari destinasi wisata lain yang lebih bergantung pada liburan akhir pekan atau musim liburan.
“Bogor ini unik. Pada hari-hari kerja, hotel tetap ramai karena digunakan untuk konferensi dan meeting, “ucapnya
“Namun, ketergantungan pada industri MICE ini harus mulai dikurangi,” lanjutnya
Tantangan dan Strategi Baru
Pindahnya ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur diprediksi akan berdampak pada industri MICE di Kota Bogor.
Oleh karena itu, Disparbud Kota Bogor merancang strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor MICE dan meningkatkan daya tarik pariwisata.
“Kita harus berinovasi. Kota Bogor tidak bisa hanya terpaku pada MICE. Ke depan dan fokus harus beralih ke pengembangan sektor pariwisata yang lebih luas,” tegas Iceu.
Langkah awal dilakukan dengan meningkatkan kualitas tempat wisata dan memperbanyak event wisata yang menarik. Disparbud juga mendorong pelaku industri pariwisata dan pengelola daya tarik wisata untuk lebih aktif membuat strategi kreatif.
“Event di hotel dan tempat wisata harus digiatkan, “ungkapnya
Kami berharap langkah ini dapat menarik wisatawan untuk datang ke Bogor bukan hanya untuk urusan bisnis, tapi juga untuk menikmati ragam destinasi dan pengalaman wisata yang kami tawarkan,” tutupnya










