VIRAL ! Antrean BBM Mengular di RE Martadinata, Warga Khawatir Timbulkan Korban Kecelakaan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG | Mata Pena News – Antrean kendaraan di salah satu SPBU yang berada di samping Lorong Amal, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Dua Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, kembali menjadi perhatian masyarakat. Deretan mobil yang mengular hingga memakan badan jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan hampir setiap hari.

Kondisi tersebut dikeluhkan para pengguna jalan karena dinilai mengganggu aktivitas dan membahayakan pengendara, terutama sepeda motor yang kesulitan melintas akibat bahu jalan dipenuhi kendaraan antre BBM.

“Sudah pernah dilakukan sidak, tapi beberapa hari kemudian antreannya kembali panjang seperti biasa,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.

Baca Juga:  HJB ke-544, Dedie Rachim Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Bangun Kota Bogor

Warga menilai lemahnya pengawasan dan penertiban menjadi penyebab utama persoalan tersebut terus berulang. Mereka berharap aparat terkait dapat bertindak lebih tegas agar antrean kendaraan tidak meluber hingga ke jalan raya.

“Kalau pengamanannya diperketat dan ada penertiban rutin, tentu kemacetan bisa dikurangi,” tambahnya.

Masyarakat juga mendesak Pemerintah Kota Palembang, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian segera turun tangan mencari solusi agar kemacetan tidak semakin parah. Menurut mereka, koordinasi antarinstansi sangat dibutuhkan demi menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan RE Martadinata.

Selain persoalan kemacetan, warga turut mempertanyakan pasokan BBM di SPBU tersebut. Mereka menduga keterbatasan kuota bahan bakar menjadi salah satu pemicu membludaknya antrean kendaraan.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi Pertama, BAS Resmikan Sekretariat dan Kantor Hukum, Perkuat Akses Hukum dan UMKM Kota Bogor

“Kalau memang kuota dikurangi, harus ada penjelasan dari pihak terkait supaya masyarakat tidak bertanya-tanya,” kata warga lainnya.

Situasi ini juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Pengendara roda dua disebut menjadi pihak paling rentan karena ruang jalan semakin sempit akibat antrean kendaraan yang memanjang.

Warga berharap pihak Pertamina dan pengelola SPBU segera mengambil langkah antisipasi agar antrean tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Reporter : Kaperwil Sumsel

Berita Terkait

Grace Natalie Ungkap Jokowi Segera Kenakan Jaket PSI, Konsolidasi Partai Dipercepat
Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konprov PWI Jabar 2026, Ribuan Wartawan Diproyeksikan Hadir
Dua Tahun Berturut-turut di Era Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kembali Raih Opini WTP dari BPK
Animo Membludak, Pendaftar SMKN 1 Bojonggede Tembus 1.571 Orang
ARSSI Bogor Raya Perkuat Kompetensi Rumah Sakit Melalui Kolaborasi Strategis Bersama Optima Talenta
HJB ke-544, Dedie Rachim Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Bangun Kota Bogor
Peringati Hari Jadi Pertama, BAS Resmikan Sekretariat dan Kantor Hukum, Perkuat Akses Hukum dan UMKM Kota Bogor
Pemkot Bogor perluas layanan jemput bola melalui CKG SMART
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:56 WIB

Grace Natalie Ungkap Jokowi Segera Kenakan Jaket PSI, Konsolidasi Partai Dipercepat

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:51 WIB

Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konprov PWI Jabar 2026, Ribuan Wartawan Diproyeksikan Hadir

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:59 WIB

Dua Tahun Berturut-turut di Era Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Kembali Raih Opini WTP dari BPK

Senin, 8 Juni 2026 - 19:38 WIB

Animo Membludak, Pendaftar SMKN 1 Bojonggede Tembus 1.571 Orang

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:02 WIB

ARSSI Bogor Raya Perkuat Kompetensi Rumah Sakit Melalui Kolaborasi Strategis Bersama Optima Talenta

Berita Terbaru