PALEMBANG | Mata Pena News – Antrean kendaraan di salah satu SPBU yang berada di samping Lorong Amal, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Dua Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, kembali menjadi perhatian masyarakat. Deretan mobil yang mengular hingga memakan badan jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan hampir setiap hari.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pengguna jalan karena dinilai mengganggu aktivitas dan membahayakan pengendara, terutama sepeda motor yang kesulitan melintas akibat bahu jalan dipenuhi kendaraan antre BBM.
“Sudah pernah dilakukan sidak, tapi beberapa hari kemudian antreannya kembali panjang seperti biasa,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.
Warga menilai lemahnya pengawasan dan penertiban menjadi penyebab utama persoalan tersebut terus berulang. Mereka berharap aparat terkait dapat bertindak lebih tegas agar antrean kendaraan tidak meluber hingga ke jalan raya.
“Kalau pengamanannya diperketat dan ada penertiban rutin, tentu kemacetan bisa dikurangi,” tambahnya.
Masyarakat juga mendesak Pemerintah Kota Palembang, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian segera turun tangan mencari solusi agar kemacetan tidak semakin parah. Menurut mereka, koordinasi antarinstansi sangat dibutuhkan demi menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan RE Martadinata.
Selain persoalan kemacetan, warga turut mempertanyakan pasokan BBM di SPBU tersebut. Mereka menduga keterbatasan kuota bahan bakar menjadi salah satu pemicu membludaknya antrean kendaraan.
“Kalau memang kuota dikurangi, harus ada penjelasan dari pihak terkait supaya masyarakat tidak bertanya-tanya,” kata warga lainnya.
Situasi ini juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Pengendara roda dua disebut menjadi pihak paling rentan karena ruang jalan semakin sempit akibat antrean kendaraan yang memanjang.
Warga berharap pihak Pertamina dan pengelola SPBU segera mengambil langkah antisipasi agar antrean tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Reporter : Kaperwil Sumsel










