Aktifis Beni Sitepu Dukung Kejari Bongkar Anggaran Mamin Rp2,7 Miliar dan Pengadaan 9 Mobil Listrik Pemkot Bogor

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor | Mata Pena News – Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, secara tegas mendukung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor untuk mengusut tuntas Bagian Umum Pemerintah Kota Bogor terkait anggaran makan minum (mamin) dan pengadaan roti senilai sekitar kurang lebih Rp2.712.671.000, yang dinilai sarat potensi pemborosan dan penyimpangan.

Beni menegaskan, besarnya anggaran tersebut tidak masuk akal jika hanya untuk belanja konsumsi rutin, terlebih di tengah instruksi penghematan belanja pemerintah dan kondisi ekonomi masyarakat yang masih menuntut keberpihakan anggaran.

“Rp2,7 miliar untuk mamin dan roti adalah angka yang mencolok dan melukai rasa keadilan publik. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi soal moral dan tanggung jawab penggunaan uang rakyat,” tegas Beni kepada media tgl (30/12/2025).

Baca Juga:  Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur Hingga 2 Kilometer

Tak hanya itu, Beni juga menuntut Kejari Kota Bogor memperluas pemeriksaan terhadap pengadaan 9 unit mobil listrik Pemkot Bogor. Menurutnya, pengadaan tersebut patut dicurigai dari sisi urgensi, kepatutan anggaran, serta manfaat riil bagi pelayanan masyarakat.
“Di saat rakyat diminta berhemat, justru muncul pengadaan kendaraan listrik untuk birokrasi. Pertanyaannya sederhana: siapa yang dilayani, rakyat atau pejabat?” ujar Beni dengan nada keras.

Ia menilai Bagian Umum dan pengadaan kendaraan dinas selama ini menjadi titik rawan pemborosan, bahkan berpotensi menjadi ladang praktik tidak sehat jika aparat penegak hukum tidak bertindak tegas.

Beni menegaskan bahwa pemeriksaan tidak boleh berhenti pada klarifikasi normatif atau laporan di atas kertas, melainkan harus menyentuh alur penganggaran, proses pengadaan, penentuan penyedia, hingga realisasi penggunaan di lapangan.
“Kejari harus berani membuka semuanya ke publik.

Baca Juga:  13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga

Jika ditemukan pelanggaran, proses hukum jangan berhenti di staf teknis saja. Siapa pun yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

KPP Bogor Raya menyatakan akan mengawal ketat proses hukum ini dan tidak segan membawa persoalan tersebut ke ranah yang lebih luas apabila penanganannya terkesan lamban atau setengah hati.

“Bogor tidak boleh menjadi surga pemborosan anggaran. Hukum harus hadir dan berpihak pada rakyat, bukan melindungi kenyamanan birokrasi,” tutup Beni

Berita Terkait

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur Hingga 2 Kilometer
13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga
SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:19 WIB

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur Hingga 2 Kilometer

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:01 WIB

13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:26 WIB

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:27 WIB

Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:03 WIB

Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Berita Terbaru