Bakesbangpol dan PWI Kota Bogor Perkuat Literasi Politik Generasi Muda di Era Media Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Bogor | Mata Pena News – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi dinamika demokrasi di era digital. Melalui kegiatan Pengembangan Wawasan Politik bertema “Literasi Politik Generasi Muda, Membangun Politik Gagasan di Era Media Sosial”, puluhan pemilih pemula diajak menjadi warga negara yang kritis, cerdas, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Kegiatan yang digelar di Rizen Hotel, Kota Bogor, Kamis (2/7/2026), itu menghadirkan Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor Mohamad Aleksander, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi atau Kang Aldo, serta perwakilan PK Golkar Bogor Barat Andi M. Ilham. Sebanyak 60 peserta dari wilayah Bogor Barat mengikuti kegiatan yang menjadi penutup rangkaian pendidikan politik hasil kemitraan Bakesbangpol yang telah berlangsung dalam 14 pertemuan.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Kota Bogor, Anang Yusuf, mengatakan pendidikan politik merupakan program pemerintah untuk meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pemilih pemula menjelang Pemilu 2029.

Menurutnya, tingginya tingkat partisipasi politik Kota Bogor pada Pemilu 2024 harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan membangun kesadaran politik yang lebih berkualitas.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi politik generasi muda agar mereka mampu memahami sistem, proses, dan dinamika politik secara utuh. Berdasarkan koordinasi dengan KPU, partisipasi politik di Kota Bogor pada tahun 2024 mencapai 84 persen. Kita ingin mempertahankan sekaligus meningkatkan angka tersebut agar anak muda tidak sekadar menjadi objek, melainkan agen perubahan yang kritis,” ujar Anang.

Baca Juga:  Animo Membludak, Pendaftar SMKN 1 Bojonggede Tembus 1.571 Orang

Ia menegaskan bahwa partisipasi politik tidak berhenti pada saat memberikan suara di tempat pemungutan suara. Generasi Z dan milenial juga didorong aktif mengawal kebijakan publik, salah satunya melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, menyoroti derasnya arus informasi yang dikonsumsi generasi muda melalui berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga media daring. Menurutnya, informasi yang diterima tanpa pemahaman yang utuh dapat membentuk persepsi keliru bahwa politik identik dengan perebutan kekuasaan, konflik, fitnah, dan kekerasan.

Padahal, kata Heri, politik sejatinya merupakan instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mencapai tujuan bernegara.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin melatih pemilih pemula agar mampu menyaring informasi, tidak mudah mendiskreditkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya, serta membiasakan diri melakukan verifikasi kepada sumber-sumber yang kredibel,” katanya.

Ia juga mengajak peserta untuk menjadi pemilih yang rasional dengan menilai rekam jejak para calon pemimpin, baik calon anggota legislatif, kepala daerah, maupun presiden, berdasarkan integritas dan pengabdiannya kepada masyarakat, bukan karena pertimbangan pragmatis.

Heri menyayangkan masih adanya sikap apatis dan golongan putih (golput) yang kini tidak hanya ditemukan di kalangan masyarakat bawah, tetapi juga kelompok berpendidikan.

Baca Juga:  Warga Kalinyamatan Jepara Keluhkan Pertanyaan Petugas Sensus Dinilai di Luar Tupoksi

“Setiap suara memiliki nilai, bukan nilai uang, melainkan nilai yang menentukan arah masa depan bangsa. Nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian harus terus ditanamkan, terutama di era ketika anak muda lebih tertarik pada bisnis, aset kripto, maupun investasi saham yang berorientasi pada keuntungan materi,” tuturnya sembari mengutip pesan Bung Karno tentang besarnya kekuatan pemuda dalam membawa perubahan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi atau Kang Aldo, mengingatkan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari penguatan demokrasi. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang bertukar gagasan, bukan menjadi sarana penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat harus bijak dalam bermedia sosial. Prinsip utamanya adalah saring sebelum sharing,” tegas Kang Aldo.

Ia menambahkan bahwa kualitas demokrasi tidak ditentukan oleh ramainya perdebatan di media sosial ataupun tingginya jumlah interaksi digital.

“Kualitas demokrasi kita tidak diukur dari seberapa keras kebisingan yang kita ciptakan di media sosial. Bukan pula dari banyaknya jumlah like dan comment, tetapi dari seberapa tajam gagasan yang kita pertukarkan di ruang publik,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Kota Bogor berharap lahir generasi muda yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu berpikir kritis, melawan hoaks, serta berpartisipasi dalam demokrasi dengan mengedepankan gagasan, integritas, dan kepentingan masyarakat.

Red

Berita Terkait

Pelayanan Publik Desa di OKU Timur Dipertanyakan, Warga Desak Bupati Turun Tangan
VIRAL’ DANA DESA Rp842 JUTA DI HARJOWINANGUN JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN TRANSPARANSI: KE MANA BUKTI PENGGUNAANNYA?
Calon Kepala Desa Sukadanau H. Ruslani, S.H. Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan Lewat Silaturahmi dan Penanaman Pohon
BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Perkuat Sinergi Bersama Media dalam Menyebarluaskan Inovasi dan Kemudahan Layanan Program JKN
Rehab Jembatan Belly Bersejarah di Palembang Dimulai, Anggaran Capai Rp 2 Miliar
Warga Kalinyamatan Jepara Keluhkan Pertanyaan Petugas Sensus Dinilai di Luar Tupoksi
Meriah, Grand Final Lomba Karaoke HUT ke-15 APM Sukses Digelar
Bupati Sukabumi Resmi Berhentikan Kepala Desa Babakanjaya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:42 WIB

Bakesbangpol dan PWI Kota Bogor Perkuat Literasi Politik Generasi Muda di Era Media Sosial

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:08 WIB

Pelayanan Publik Desa di OKU Timur Dipertanyakan, Warga Desak Bupati Turun Tangan

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:59 WIB

VIRAL’ DANA DESA Rp842 JUTA DI HARJOWINANGUN JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN TRANSPARANSI: KE MANA BUKTI PENGGUNAANNYA?

Senin, 29 Juni 2026 - 07:01 WIB

Calon Kepala Desa Sukadanau H. Ruslani, S.H. Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan Lewat Silaturahmi dan Penanaman Pohon

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:23 WIB

BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Perkuat Sinergi Bersama Media dalam Menyebarluaskan Inovasi dan Kemudahan Layanan Program JKN

Berita Terbaru