Redaksi Berkisah: Faidah dan Pahala Puasa 1 Muharam dan Puasa Asyura
Berita Mata Psna –
Oleh: Rudi Irawan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, Redaksi hari ini menyuguhkan faidah dan pahala puasa 1 Muharam,
Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharam menjadi momentum penting bagi setiap umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan kesempatan untuk memperbarui niat, memperbaiki amal, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Muharam adalah salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) yang telah Allah tetapkan sejak penciptaan langit dan bumi. Allah SWT berfirman:
” Sesungguhnya kumpulan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.”
(QS. At-Taubah: 36)
Karena keagungannya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal saleh, termasuk ibadah puasa sunnah di bulan Muharam.
Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
“ Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharam.”
(HR. Muslim No. 1163)
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Muharam sehingga para ulama bersiap untuk memperbanyak puasa sunah sepanjang bulan tersebut.
Keutamaan Puasa 1 Muharam
Meskipun tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menyebutkan keutamaan puasa tanggal 1 Muharam, para ulama membolehkan dan meramalkan berpuasa pada awal Muharam sebagai bagian dari puasa sunnah di bulan Muharam yang penuh keberkahan.
Puasa pada awal tahun Hijriah dapat menjadi simbol dimulainya lembaran baru kehidupan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Seorang Muslim memulai tahunnya dengan ibadah, harapan, dan doa agar sepanjang tahun diberikan keberkahan serta perlindungan dari segala keburukan.
Keutamaan Puasa Asyura
Puncak amalan puasa di bulan Muharam adalah Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam.
Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Maka Nabi Musa berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah.
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda:
” Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.
Keutamaan terbesar Puasa Asyura dijelaskan dalam hadis berikut:
Aku berharap kepada Allah agar puasa di hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.
(HR. Muslim No. 1162)
Yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil yang dilakukan seorang hamba, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.
Menyelisihi Tradisi Yahudi
Rasulullah SAW juga menganjurkan agar umat Islam berpuasa sehari sebelum Asyura, yaitu tanggal 9 Muharam (Tasu’a), sebagai bentuk penyelisihan terhadap kebiasaan Yahudi.
Beliau bersabda:
” Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”
(HR. Muslim)
Oleh karena itu, para ulama bersiap berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharam sekaligus.
Hikmah dan Faidah Puasa Muharam
Di antara hikmah dan faidah puasa Muharam adalah:
Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu.
Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat dan pertolongan Allah.
Melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri.
Menjadi pembuka tahun Hijriah dengan amal saleh.
Meneladani sunnah Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.
Allah SWT berfirman:
“ Dan bersegeralah kamu kepada pengampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Ali Imran: 133)
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, janganlah kita melewatkan kemuliaan bulan Muharam tanpa memperbanyak amal ibadah. Jadikan 1 Muharam sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, dan jangan lupa melaksanakan puasa Asyura yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan tahun Hijriah yang baru ini sebagai tahun penuh keberkahan, kesehatan, dan keselamatan bagi kita semua.
“Ya Allah, jadikanlah tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, dan jadikan akhir kehidupan kami sebagai akhir yang husnul khatimah.” Amin
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Hormat- Tim Redaksi











