Mutiara Hikmah BES :Tadabbur JUBEDIL QS. Fatir Ayat 1–2 ‘Jangan ngais jadi Tuhan, Kau cuma Utusan“
Mata Pena News –
Jumat, 12 Juni 2026
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
QS. Fatir Ayat 1
﴿ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ﴾
“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
QS. Fatir Ayat 2
﴿ مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ﴾
“Apa saja rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya, maka tidak ada yang sanggup melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
JUBEDIL 1 : HUKUM LANGIT – ALLAH PENCIPTA DAN PENGUASA MUTLAK
Ayat pertama dimulai dengan pujian kepada Allah sebagai Pencipta langit dan bumi. Ini menegaskan bahwa seluruh alam semesta beserta hukum-hukumnya berada di bawah kekuasaan Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang berdiri sendiri tanpa kehendak-Nya.
Di antara ciptaan Allah adalah para malaikat yang dijadikan sebagai utusan untuk menjalankan berbagai tugas. Mereka adalah makhluk yang diciptakan dari cahaya, selalu taat kepada Allah dan tidak pernah membangkang terhadap perintah-Nya.
Ayat kedua menegaskan prinsip Tauhid Rububiyah, yaitu Allah adalah satu-satunya Pengatur seluruh urusan kehidupan. Ketika Allah membuka pintu rahmat, tidak ada kekuatan yang mampu menutupnya. Sebaliknya, ketika Allah menahan sesuatu, tidak ada makhluk yang mampu memaksanya keluar.
JUBEDIL 2 : MEMAHAMI SAYAP MALAIKAT SECARA IMAN DAN LOGIKA
Allah menyebutkan bahwa malaikat memiliki sayap dua, tiga, dan empat. Para ulama menjelaskan bahwa sayap tersebut adalah hakikat yang benar-benar dimiliki malaikat, meskipun bentuk dan sifatnya berbeda dari makhluk yang dikenal manusia.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Malaikat Jibril memiliki enam ratus sayap. Ini menunjukkan bahwa jumlah sayap yang disebut dalam ayat bukanlah batas akhir, melainkan contoh kekuasaan Allah dalam menciptakan makhluk-Nya dengan berbagai kemampuan.
Sayap malaikat dapat dipahami sebagai sarana yang Allah berikan untuk menjalankan tugas-tugas mereka dengan sempurna. Semakin besar tugas yang diemban, semakin besar pula kemampuan yang Allah berikan kepada mereka. Semua itu menunjukkan keluasan kekuasaan Allah yang tidak terbatas.
Firman-Nya:
﴿ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ﴾
“Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki.”
Artinya, Allah bebas menambah kekuatan, kemampuan, keindahan, ilmu, dan berbagai keistimewaan kepada siapa pun yang Dia kehendaki.
JUBEDIL 3 : MUHASABAH – RAHMAT ALLAH ADALAH SUMBER KEHIDUPAN
Ayat kedua mengajarkan bahwa seluruh rahmat berada dalam genggaman Allah. Rahmat itu tidak hanya berupa harta atau jabatan, tetapi juga meliputi iman, hidayah, kesehatan, ilmu, keluarga yang baik, keamanan, ketenangan hati, dan keberkahan hidup.
Ketika Allah membuka pintu rahmat, tidak ada manusia yang mampu menghalanginya. Ketika Allah menahan sesuatu karena hikmah-Nya, tidak ada manusia yang mampu memaksanya keluar.
Karena itu, seorang mukmin tidak boleh menggantungkan harapan sepenuhnya kepada manusia. Ikhtiar tetap wajib dilakukan, tetapi hati harus tetap bersandar kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
KESIMPULAN JUBEDIL
Allah adalah Pencipta dan Pengatur seluruh alam semesta.
Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya dan selalu taat kepada-Nya.
Sayap malaikat merupakan bagian dari ciptaan Allah yang menunjukkan kekuasaan dan kesempurnaan-Nya.
Seluruh rahmat, rezeki, pertolongan, dan keberhasilan berada dalam genggaman Allah.
Seorang mukmin wajib berikhtiar, berdoa, dan bertawakal hanya kepada Allah.
“Jika Allah membuka pintu rahmat-Nya, tidak ada yang mampu menutupnya. Jika Allah menahannya, tidak ada yang mampu membukanya selain Dia.”
Wallahu a’lam bish-shawab.
Salam jihad, Brother Eggi Sudjana(BES)










