Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula Diduga Abaikan Peran Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Tak Dilibatkan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 11:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula Diduga Abaikan Peran Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Tak Dilibatkan

 

Kabupaten Bogor | Mata Pena News  Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula yang digulirkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menuai sorotan tajam. Pasalnya, program yang menyasar ratusan penerima di Kabupaten Bogor tersebut justru disebut tidak melibatkan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor sebagai instansi teknis di daerah.

 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, mengungkapkan langsung kepada awak media pada Senin, (27/04/2026), bahwa program tersebut merupakan inisiatif langsung dari pemerintah pusat yang disalurkan tanpa koordinasi dengan pihak daerah.

 

“Program itu langsung dari kementerian ke masyarakat, tidak melalui kami. Bahkan kami tidak dilibatkan dalam prosesnya,” tegasnya.

 

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan serius terkait tata kelola program pemerintah pusat di daerah. Bagaimana mungkin program dengan anggaran besar bisa berjalan tanpa melibatkan dinas teknis setempat yang memahami kondisi riil di lapangan?

Baca Juga:  POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

 

Nana mengaku, pihaknya hanya mengetahui program tersebut saat ada permintaan pendampingan dari pusat. Namun, keterlibatan itu bersifat parsial dan tidak menyentuh aspek utama seperti pendataan maupun pengawasan penerima bantuan.

 

Fenomena ini, lanjutnya, bukan yang pertama. Sejumlah program lain seperti bantuan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas hingga program magang juga disebut kerap berjalan tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.

 

“Banyak program pusat yang langsung diberikab langsung ke masyarakat. Kami bahkan tidak tahu siapa yang menerima dan bagaimana prosesnya,” ungkapnya.

 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan serius, mulai dari ketidaktepatan sasaran hingga minimnya pengawasan penggunaan anggaran. Lebih jauh, publik juga mempertanyakan validitas data penerima bantuan yang mencapai ratusan orang.

 

Tanpa keterlibatan pemerintah daerah, muncul pertanyaan mendasar: dari mana data penerima tersebut diperoleh? Apakah proses pendataan benar-benar dilakukan secara valid dan transparan, atau justru membuka celah bagi praktik yang tidak akuntabel?

Baca Juga:  Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

 

Di sisi lain, ketika terjadi persoalan di lapangan, pemerintah daerah kerap menjadi pihak yang pertama disorot. Padahal, menurut Nana, kewenangan dinas kabupaten sangat terbatas.

 

Minimnya sosialisasi juga menjadi sorotan. Berbeda dengan program nasional lain yang masif dan mudah diakses publik, TKM Pemula justru cenderung “senyap” di tengah masyarakat. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa program berjalan tanpa keterbukaan yang memadai.

 

Situasi ini memunculkan kritik terhadap pola kebijakan yang dinilai terlalu sentralistis. Tanpa sinergi dengan pemerintah daerah, efektivitas program berisiko tidak optimal dan rentan menimbulkan ketidakpercayaan publik.

 

Jika pola seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin program-program serupa hanya menjadi formalitas penyerapan anggaran tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

(Syf)

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB